Pertina Medan Ancam Mundur dari Porprovsu 2026, Pengelolaan Kontingen oleh Dispora Picu Polemik

oleh -13 Dilihat

KransNews.com | Medan — Persiapan kontingen Kota Medan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII 2026 diwarnai polemik. Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Medan menyatakan keberatan terhadap mekanisme pengelolaan kontingen yang disebut akan ditangani Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, bukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan seperti yang selama ini berjalan.

Bahkan, Pertina Medan mengancam tidak memberangkatkan atletnya apabila persoalan tersebut tidak diselesaikan. Sikap ini menjadi sorotan karena Porprovsu dijadwalkan berlangsung pada 7–15 November 2026, sementara ratusan atlet Kota Medan telah menjalani persiapan untuk mengejar prestasi.

Ketua Pertina Medan, Adol Frian Rumaijuk, menyampaikan keberatan tersebut seusai mengikuti rapat persiapan Porprovsu bersama KONI Medan, Kamis (8/10/2026). Menurutnya, perubahan mekanisme pengelolaan kontingen berpotensi mengaburkan peran KONI dalam pembinaan dan koordinasi cabang olahraga.

Adol menegaskan, Porprovsu bukan sekadar agenda pertandingan, melainkan juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga di Kota Medan. Terlebih, pemerintah kota menargetkan Medan kembali meraih gelar juara umum.

“Porprovsu ini kan menjadi target kita memberikan prestasi dan gambaran bagaimana pembinaan di Kota Medan. Sebagaimana yang disampaikan Wali Kota Medan bahwa beliau berharap Medan bisa menjadi juara umum,” ujar Adol kepada Tribun Medan.

Ia memahami pemerintah daerah memiliki kepentingan untuk mendukung kontingen. Namun, menurutnya, koordinasi cabang olahraga seharusnya tetap melibatkan KONI sebagai organisasi yang menaungi pembinaan olahraga prestasi.

“Dengan begini seolah-olah KONI diambil alih fungsinya oleh Dispora. Kami dari cabor tinju Pertina Kota Medan menolak sistem ini karena ada yang disederai di sini, yaitu fungsi daripada KONI itu sendiri,” katanya.

Adol bahkan menyatakan Pertina Medan tidak akan memberangkatkan atlet apabila mekanisme tersebut tetap diberlakukan tanpa penyelesaian.

“Makanya kita minta, kalau memang ini tidak mau KONI Medan yang menyelenggarakan, maka Pertina Kota Medan tidak akan memberangkatkan atlet ke Porprovsu,” tegasnya.

Persoalan Anggaran dan Minimnya Komunikasi

Keberatan Pertina Medan tidak hanya menyangkut siapa yang mengelola kontingen, tetapi juga persoalan anggaran pembinaan atlet. Adol mengaku pihaknya tidak mendapatkan dana pembinaan pada 2026 sebagaimana yang diharapkan.

Setelah berkoordinasi dengan KONI Medan, Pertina memperoleh penjelasan bahwa anggaran yang diajukan melalui pemerintah kota dan Dispora tidak sepenuhnya dikelola KONI Medan.

“Di tahun 2026 ini kami tidak mendapatkan uang binaan. Setelah kita mendapatkan penjelasan dari KONI Medan, ternyata anggaran yang dihibahkan ke KONI Medan yang seyogianya untuk pembinaan atlet itu tidak diserahkan sepenuhnya ke KONI Medan,” jelasnya.

Adol juga mempertanyakan komunikasi Dispora Medan terkait persiapan keberangkatan atlet. Ia menyebut hingga Kamis (8/10/2026), Pertina belum menerima surat resmi dari Dispora mengenai persiapan kontingen maupun teknis keberangkatan.

“Sampai hari ini juga tidak ada sepucuk surat pun yang disampaikan oleh Dispora kepada Pertina Medan ataupun yang membina cabor tinju di Kota Medan. Yang mengkoordinasikan kita selama ini adalah KONI,” ujarnya.

Meski diliputi ketidakpastian, Pertina Medan mengaku tetap mempersiapkan atlet secara mandiri. Sebanyak 14 atlet disiapkan untuk bertanding di 14 kelas dengan target meraih tujuh medali emas, sekaligus menyumbangkan medali dari kelas lainnya demi mendukung target juara umum Kota Medan.

“Persiapan keberangkatan belum ada dikomunikasikan, tetapi kita tetap mempersiapkan atlet meskipun dengan swadaya semuanya,” ungkap Adol.

KONI Medan Sebut Anggaran Berada di Dispora

Menanggapi keberatan tersebut, Ketua KONI Medan, Aswindy Fachrizal, menjelaskan bahwa pihaknya tidak melepaskan tanggung jawab terhadap pembinaan dan persiapan atlet. Namun, mekanisme pengelolaan kontingen berkaitan dengan penempatan anggaran Porprovsu yang saat ini berada di Dispora Medan.

Menurut Aswindy, secara prinsip Porprovsu merupakan ajang KONI. Akan tetapi, karena anggaran penyelenggaraan kontingen ditempatkan di Dispora, pengelolaan kontingen kemudian diarahkan kepada instansi tersebut.

“Sebenarnya kan Porprovsu ini ajang KONI. Tetapi kita sudah koordinasi dengan Dispora, anggaran Porprovsu itu sudah dititipkan di Dispora. Jadi bukan artinya kita dari KONI Kota Medan yang membawa kontingen. Pengurus kontingen di sana adalah Dispora,” kata Aswindy.

Ia menegaskan, KONI tetap berupaya mencari jalan keluar agar perbedaan pandangan tidak mengganggu persiapan atlet. Namun, sejumlah cabang olahraga tetap menginginkan anggaran dan pengelolaan kontingen berada melalui KONI Medan.

“KONI tidak lepas tangan, tetapi Dispora yang akan mengurus kontingen Porprovsu. Saya juga menyampaikan kepada cabor bahwa Kadispora yang akan menjadi ketua kontingen,” ujarnya.

Aswindy mengaku telah berupaya meredam keberatan sejumlah cabang olahraga. Ia mengingatkan, polemik kelembagaan dan anggaran seharusnya tidak sampai mengorbankan atlet yang telah menjalani latihan selama berbulan-bulan.

“Saya sudah berikan solusi. Kalau untuk atlet, kasihan atletnya. Ada 435 atlet. Kalau semisalnya karena ego kita atlet tidak bertanding, mereka sudah persiapan dari Januari sampai sekarang,” katanya.

Ia berharap persoalan pengelolaan kontingen segera diselesaikan agar seluruh atlet Kota Medan tetap dapat bertanding pada Porprovsu XII 2026.

Aswindy juga menyebut Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan dukungan terhadap kontingen Kota Medan untuk mengejar target juara umum.

“Saya berpesan kepada cabor bahwa Wali Kota Medan sebenarnya mendukung kontingen Kota Medan untuk bisa juara umum di Porprovsu. Saya sampaikan juga kita hadiahkan juara umum ini untuk Wali Kota Medan karena beliau mendukung olahraga,” pungkasnya.

Polemik ini kini menempatkan kepastian mekanisme pengelolaan kontingen sebagai persoalan yang perlu segera dijawab. Dengan jadwal pertandingan yang semakin dekat, kejelasan koordinasi, anggaran, dan keberangkatan menjadi penting agar perselisihan antarlembaga tidak berujung pada hilangnya kesempatan atlet untuk bertanding dan memperjuangkan prestasi Kota Medan. (Ril)

Teks foto: Ketua Pertina Medan, Adol Frian Rumaijuk, menyampaikan keberatan dalam rapat persiapan Porprovsu bersama KONI Medan, Kamis (8/10/2026). Keberatan tersebut berkaitan dengan mekanisme pengelolaan kontingen Kota Medan yang disebut akan ditangani Dispora Medan. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha