KransNews.com | Simalungun – Kondisi jalan rusak parah di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Jalan yang dipenuhi genangan air berlumpur dan bebatuan tersebut menyulitkan kendaraan melintas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kerusakan jalan itu membentang sekitar 5 kilometer, mulai dari Nagori Damakkitang menuju Nagori Tani, Kecamatan Silou Kahean. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun segera melakukan perbaikan agar akses transportasi kembali layak dan aman digunakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Simalungun, Hotbinson Damanik, mengatakan pihaknya akan mengupayakan penanganan jalan di wilayah Silou Kahean pada 2027 mendatang.
“Untuk Silou Kahean, kita akan upayakan ditangani tahun 2027, Pak,” kata Hotbinson Damanik, Minggu (18/10/2026) ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Terkait penanganan sementara, Hotbinson mengakui pihaknya masih mendiskusikan alternatif yang memungkinkan untuk dilakukan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam menentukan langkah penanggulangan sebelum perbaikan direalisasikan.
“Untuk sementara ini, dengan ketidaktersediaan anggaran, kita lagi diskusikan alternatif penanganan apa yang dapat kita lakukan sementara,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan penghubung antarnagori tersebut. Warga berharap rencana penanganan pada 2027 dapat direalisasikan, sembari menunggu kepastian langkah darurat untuk mengurangi dampak kerusakan jalan.
Salah seorang warga Silou Kahean, Arifin Damanik, berharap Pemkab Simalungun memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan yang dinilai telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.
Menurut Arifin, kerusakan jalan bukan hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas warga yang membutuhkan akses transportasi layak.
“Kami berharap jalan ini dapat segera diperbaiki oleh Pemkab Simalungun, karena masyarakat sangat membutuhkan akses jalan yang layak,” kata Arifin, Sabtu (17/10/2026).
Ia menegaskan, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan penanganannya agar kerusakan tidak terus berlarut-larut.
Bagi warga, jalan yang dipenuhi lumpur, genangan air, dan bebatuan menjadi persoalan yang membutuhkan solusi nyata. Selain menghambat perjalanan, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan, terutama saat hujan.
Perbaikan jalan itu dinilai penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta memperlancar akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan kebutuhan lainnya.
Kini, masyarakat Silou Kahean menantikan tindak lanjut dari Dinas PUPR dan Pemkab Simalungun, baik melalui penanganan sementara maupun rencana perbaikan pada 2027.
Warga berharap keterbatasan anggaran tidak membuat persoalan tersebut terus berlarut-larut. Mereka menantikan langkah konkret agar jalan penghubung Nagori Damakkitang menuju Nagori Tani dapat kembali dilalui dengan lebih aman dan nyaman. (LD)







