KransNews.com | Simalungun – Puluhan masyarakat Nagori Banjar Hulu, mendatangi kantor Camat Ujung Padang untuk mempertanyakan perkembangan kasus Pangulu Banjar Hulu yang diduga melakukan penggelapan Dana Desa tahun 2024. Menanggapi hal itu, camat mengaku laporan warga telah dilimpahkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Nagori (DPMPN) Kabupaten Simalungun.
Puluhan masyarakat mengambil inisiatif untuk menanyakan laporan warga ke Manaon Siregar, Camat Ujung Padang. Sehari sebelumnya, masyarakat tak berhasil bertemu camat sehingga mereka datang kembali.
Perihal laporan warga itu, Manaon menyebutkan bahwa permasalahan itu telah dirapatkan di DPMPN Kabupaten Simalungun bersama Inspektorat. “Kalau hal itu, masalahnya sudah ditangani DPMPN, tinggal kita tunggu kelanjutannya. Karena tanggal 11 Februari kemarin sudah ada rapat di dinas (DPMPN, red),” katanya di hadapan warga sembari menunjukan Notulen Rapat, Selasa (18/02/2025)
Untuk memperjelas permalasahan itu, Manaon menghubungi salah satu pegawai di Inspektorat Kabupaten Simalungun. Saat itu, Haidir salah seorang warga berbicara langsung dengan pegawai Inspektorat itu. Haidir meminta penjelasan terkait masalah Pangulu Banjar Hulu.
Terdengar, seorang wanita menjelaskan permasalahan yang terjadi. Wanita itu meminta kepada masyarakat agar membuat Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang dilaporkan langsung ke Inspektorat sehingga Inspektorat dapat membentuk tim audit untuk memeriksa keuangan Nagori Banjar Hulu tanpa menunggu surat resmi pemeriksaan dari DPMPN.
“Sebaiknya di buatkan Dumasnya, agar kita (Inspektorat, red) dapat membentuk tim audit khusus,” ucap seorang wanita dari seberang telepon.
Haidir pun menanyakan apakah boleh kalau masyarakat langsung membuat pengaduan serupa ke Aparat Penegak Hukum (APH). Dengan jelas wanita yang menjadi lawan bicaranya mengatakan lebih bagus bila hal itu dilakukan sehingga permasalahan itu dapat diselesaikan.
Usai pertemuan, masyarakat kembali mendatangi balai desa dan ingin bertemu dengan Maujana Nagori untuk mempertanyakan terkait hasil rapat tak diberitahukan ke warga.
“Kita ingin bertemu dengan maujana, kenapa hasil notulen rapat tak diberitahukan kepada warga,” ucap Haidir. (RZ/DN)






