Pemkab Simalungun Tebar 1 Juta Benih Ikan di Danau Toba, Dukung Nelayan Tradisional dan Jaga Ekosistem

oleh -349 Dilihat
Pemkab Simalungun Tebar 1 Juta Benih Ikan di Danau Toba, Dukung Nelayan Tradisional dan Jaga Ekosistem

KransNews.com | Simalungun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar kegiatan restocking atau penebaran benih ikan di perairan Danau Toba, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan hasil tangkapan nelayan tradisional sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan Danau Toba.

Penebaran benih ikan dilakukan langsung oleh Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga di perairan Danau Toba, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Viktor Sijabat, mengapresiasi langkah Pemkab Simalungun tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat ini perairan Danau Toba didominasi ikan red devil yang tergolong invasif dan berpotensi merusak ekosistem.

“Ikan red devil memangsa telur ikan endemik seperti ikan mas dan nila. Selain itu, ikan ini juga tidak memiliki nilai ekonomi yang baik, hanya sekitar Rp3.000 per kilogram dan kurang diminati masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan restocking ini dapat menekan dominasi ikan red devil, menjaga keseimbangan ekosistem perairan, serta memberi manfaat nyata bagi nelayan dan pemancing di kawasan Danau Toba.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun, Frengki Purba, menjelaskan bahwa kegiatan restocking bertujuan meningkatkan produksi hasil tangkapan ikan, khususnya bagi nelayan tradisional yang saat ini memiliki daya tangkap yang rendah.

Penaburan benih ikan dilakukan di lima kecamatan kawasan perairan Danau Toba wilayah Kabupaten Simalungun, masing-masing sebanyak 100.000 ekor benih ikan nila dan 100.000 ekor benih ikan mas per kecamatan. Lima kecamatan tersebut meliputi Girsang Sipangan Bolon, Pamatang Sidamanik, Dolok Pardamean, Haranggaol Horisan, dan Pamatang Silimahuta.

“Dengan penaburan benih ini, kami berharap tercipta keseimbangan populasi antara ikan endemik dan ikan invasif, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Ke depan, kami juga berupaya mengembangkan industri hilir perikanan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” jelas Frengki. Kegiatan ini dibiayai melalui DPA Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dalam APBD Kabupaten Simalungun Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa kegiatan restocking merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian Danau Toba, yang baru-baru ini berhasil mempertahankan Green Card Caldera Toba.

“Kita mengetahui bahwa ikan red devil memakan telur ikan mas dan nila serta tidak laku di pasaran. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk mengelola ekosistem Danau Toba agar tetap seimbang dan memberi manfaat ekonomi,” kata Bupati.

Ia berharap penebaran benih ikan di lima kecamatan tersebut dapat meningkatkan populasi ikan dan membantu nelayan tradisional memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik.

Salah seorang nelayan Nagori Sibaganding, Evi Manik, menyampaikan harapannya atas kegiatan tersebut. Ia mengaku hasil tangkapan nelayan tradisional saat ini sangat minim, bahkan sulit mencukupi kebutuhan rumah tangga.

“Semoga restocking ini dilakukan secara berkelanjutan sehingga penghasilan nelayan meningkat dan benar-benar membawa manfaat bagi kami,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Simalungun. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *