KransNews.com | Simalungun – Ratusan masyarakat Nagori Banjar Hulu, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun kembali mendatangi Kantor Kepala Desa (Nagori, red) untuk kembali mempertanyakan perihal realisasi Anggaran Dana Desa 2024 yang belum selesai hingga Januari 2025 ini. Kali ini, Pangulu Banjar Hulu, Kardianto berjanji akan melaksanakan kegiatan desa itu pada Januari ini.
Dalam pertemuan ke 2 yang dilaksanakan di Balai Desa Banjar Hulu, Senin (06/01/2025) siang, tampak hadir pangulu, Babinsa, Camat Ujung Padang, Bhabinkamtibmas, perangkat desa dan Maujana serta ratusan masyarakat. Dalam pertemuan itu, Kardianto mengatakan bahwa ada kendala dalam penarikan uang dari pihak Bank sehingga realisasi anggaran untuk program nagori belum terlaksana.
“Kalau BLT (Bantuan Langsung Tunai) saya tadi bermohon kepada camat akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan untuk parit pasang, saya sudah bermohon dan sepakat ke pak camat akan dilaksanakan pada 31 Januari 2025. Dan Ketahanan Pangan juga akan dilaksanakan pada 31 Januari juga,” kata Pangulu.
Ia beralasan mengapa tidak direalisasikan pada Desember 2024 kemarin, hal ini menurutnya karena pihak Bank tidak bisa mengeluarkan uang tersebut. “Uang itu ada, uang itu di bank, saya mau realisasikan di akhir Bulan Desember cuma di situ, saya kordinasi dengan orang Bank uang terkendala, cuma dikeluarkan orang Bank di tanggal 15 Januari 2025, itu sudah pasti,” kata Kardianto dalam rekaman video yang dikirimkan warga kepada awak media.
Pernyataan pangulu itu berbanding terbalik dengan pernyataan Bendahara Nagori, yang menyatakan bahwa uang tersebut sejak Desember 2024 telah dipegang oleh pangulu. Hal ini sempat dipertanyakan warga kepada Kardianto. Ia beralasan bahwa ia hanya mengatakan uang tersebut ia amankan. Namun warga tak percaya begitu saja, warga sempat meminta untuk Kardianto membuktikan Print Out buku rekening dimana uang itu disimpan.
Haidir salah seorang warga mengaku tak ingin kampung mereka dipimpin oleh pangulu yang saat ini menjabat. “Kami masyarakat akan mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk ketidakpercayaan kami terhadap pangulu, kami akan buat Mosi Tidak Percaya untuk pangulu kami. Kami heran, kalau memang uang itu sudah keluar di Bulan Desember, kenapa tidak langsung direalisasikan, padahal tak ada perlakuan khusus untuk penyaluran BLT,” ungkap Haidir.
Masyarakat akhirnya membubarkan diri karena pangulu tak juga bisa memberikan jawaban yang memuaskan hati masyarakat.
Sebelumnya, Bendahara Nagori Banjar Hulu menyebutkan bahwa sejumlah dana telah ditarik dari rekening desa dan uang tersebut telah diberikan oleh pangulu. Uang tersebut dilokasikan untuk BLT 25 KPM dengan per KPM menerima sebesar Rp 2,7 juta (Untuk 9 Bulan). Dana Penyertaan Modal untuk BumNag sebesar Rp 120-an juta, Pembangunan Parit Pasang berkisar Rp 144 juta dan Program Ketahanan Pangan sebesar Rp 53 juta juga belum terealisasi.
Dihubungi terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Simalungun Roganda Sihombing saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (6/2/2025), mengatakan setiap kegiatan Pengelolaan Dana Desa jika tidak selesai di Bulan Desember 2024 tidak bisa dikerjakan pada Bulan Januari 2025. “Anggaran Dana Desa tersebut harus di Silpakan terlebih dahulu,” ucap Roganda. (RZ/SN)






