Tuntutan Mahasiswa USU, Refleksi Kritis atas Ketimpangan Penanganan Bencana dan Makna Kemerdekaan

oleh -9 Dilihat

KransNews.com | Medan – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota, Kecamatan Medan Barat, pada Kamis (20/8/2026).

Dalam aksi tersebut, puluhan peserta membentuk formasi melingkar di badan jalan, menyimak orasi, serta membakar ban sebagai simbol protes.

Demo ini digagas sebagai pernyataan sikap atas kegelisahan publik menyangkut kesenjangan dalam pengelolaan dan respons darurat bencana di wilayah Sumatera. Selain itu, aksi ini juga dimaksudkan sebagai medium refleksi kritis atas pencapaian kemerdekaan yang baru diperingati pada 17 Agustus lalu, sembari menyoroti persoalan-persoalan struktural yang masih dihadapi masyarakat akar rumput.

Presiden Mahasiswa USU, Angga Almaaris Harahap, menyatakan bahwa usia kemerdekaan yang genap 81 tahun patut dipertanyakan relevansinya terhadap kesejahteraan rakyat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merenungkan apakah hak-hak dasar warga negara telah terpenuhi. Apakah akses pendidikan bagi generasi muda telah terbuka lebar? Apakah lapangan pekerjaan tersedia secara adil? Inilah hal-hal yang mendesak untuk direnungkan bersama,” ujarnya.

Angga juga menegaskan bahwa momentum perayaan kemerdekaan tidak seharusnya menutupi realitas ketimpangan yang masih terasa. “Di saat sebagian masyarakat merayakan kemerdekaan, terdapat segmen lain yang justru terdorong untuk mengingatkan pemerintah akan janji-janji yang belum terealisasi. Jika kemerdekaan itu belum kami rasakan secara nyata, maka sudah menjadi kewajiban kami untuk menyampaikannya kepada penguasa,” tegasnya.

Di akhir orasi dan gema protes itu, satu hal yang pasti, anak-anak muda tidak lagi puas menjadi penonton sejarah. Mereka menuntut kemerdekaan yang tak sekadar dihormati, melainkan diwujudkan. Persoalan bencana dan ketimpangan yang acap dianggap sekadar isu pinggiran, kini telah menjadi pusat gugatan generasi. Dan pertanyaan yang diajukan Angga Almaaris Harahap “Apakah kemerdekaan telah kami rasakan?” adalah pertanyaan yang kelak akan dijawab oleh perbuatan pemerintah, bukan sekadar kata-kata seremonial. (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha