2 Bocah di Sidikalang Diduga Disiksa Bibinya, Polres Dairi Dalami Motif

oleh -8 Dilihat

KransNews.com | DAIRI – Dua bocah di Kabupaten Dairi diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh bibinya sendiri. Salah satu korban, AGP (7), ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang.

AGP ditemukan dengan sejumlah luka pada bagian tubuhnya hingga kasus tersebut viral di media sosial. Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Dairi kemudian bergerak bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Dairi untuk menyelamatkan korban.

Namun, proses evakuasi sempat terkendala setelah seorang perempuan berinisial RS (52) melarang petugas membawa AGP. Setelah petugas memperkenalkan diri dan memberikan penjelasan, RS akhirnya mengizinkan AGP dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan kondisi AGP saat ini mulai stabil dan masih menjalani perawatan medis.

“ Saat ini AGP sudah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, dan kondisinya sudah mulai stabil,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pendekatan yang dilakukan petugas, AGP menyebut RS merupakan “mak tua” atau bibinya. Dari keterangan korban, ia diduga kerap mendapatkan tindakan kekerasan fisik.

“RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya,” jelas Syahril.

Hasil pemeriksaan visum juga menemukan sejumlah luka pada tubuh AGP, di antaranya luka pada bibir, lebam pada tangan kiri, serta luka yang sudah bernanah pada bagian tubuh dan kaki kanan.

Dari keterangan AGP, petugas juga mengetahui bahwa adiknya berinisial AP (6) mengalami luka-luka yang diduga disebabkan oleh RS. Dengan demikian, terdapat dua anak yang diduga menjadi korban dalam kasus tersebut.

Saat ini RS telah dibawa ke Satreskrim Polres Dairi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara kedua korban telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang.

“Terkait motif dan bagaimana kronologi kekerasan tersebut, sedang didalami oleh Unit PPA. Kita tunggu saja dulu ya,” tutup Syahril. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha