Basarnas Temukan Korban Hanyut di Sungai Bah Tongguran Tanah Jawa dalam Keadaan Meninggal Dunia

oleh -47 Dilihat

KransNews.com | Simalungun – Tim Basarnas Pos SAR Parapat akhirnya menemukan Mula Sirait alias Pak Priska (58), warga Dusun II Hubuan, Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Bah Tongguran.

Korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian, Selasa (30/6/2026), dalam kondisi telah meninggal dunia. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Tim SAR turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Damkar Kecamatan Tanah Jawa, instansi pemerintah daerah, hingga masyarakat yang sejak hari pertama bahu-membahu melakukan pencarian.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Minggu (28/6/2026). Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi Sungai Bah Tongguran melalui sebuah jembatan bambu menuju ladangnya yang berada di seberang sungai.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, S.H. menerima informasi dari Pangulu Bosar Galugur, Pahotan Manurung, sekitar pukul 12.00 WIB mengenai adanya warga yang diduga hanyut terbawa arus sungai.

“Pada hari Minggu tanggal 28 Juni 2026 sekira pukul 12.00 WIB, Kapolsek Tanah Jawa mendapatkan informasi dari Pangulu Bosar Galugur bahwa ada seorang warga diduga hanyut terbawa arus Sungai Bah Tongguran ketika melintas melalui jembatan bambu menuju ladangnya,” ujar AKP Verry Purba.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek bersama personel Polsek Tanah Jawa langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Berdasarkan keterangan saksi Op. Micael, korban berangkat seorang diri sekitar pukul 08.00 WIB dari sebuah warung menuju ladangnya menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, saksi Bunga Sianturi yang berada di ladang sekitar lokasi mengaku mendengar suara sepeda motor berhenti sekitar pukul 09.00 WIB. Saat hendak pulang pada siang hari, ia mendapati jembatan bambu sudah patah dan bergeser dari posisinya. Sepeda motor korban masih terparkir di tepi sungai, namun korban tidak ditemukan.

Saksi kemudian mencoba menghubungi telepon genggam korban, tetapi sudah tidak aktif. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada warga dan diteruskan kepada aparat.

Sejak Minggu siang, personel Polsek Tanah Jawa bersama pemerintah nagori, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas pemadam kebakaran, Basarnas, serta masyarakat melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Bah Tongguran.

Setelah tiga hari pencarian, Tim Basarnas Pos SAR Parapat akhirnya berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Dengan berakhirnya proses evakuasi, operasi SAR resmi ditutup.

Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama selama proses pencarian berlangsung serta mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha