Cegah Banjir Terulang, Pemkab Simalungun Normalisasi Sungai dan Aktifkan Pintu Air Bahbolon

oleh -33 Dilihat

KransNews.com | Simalungun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus bergerak menangani dampak banjir sekaligus menyiapkan langkah pencegahan agar banjir tidak kembali melanda kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Upaya tersebut dilakukan melalui normalisasi sungai dan perbaikan sistem pengendalian air dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Forkopimca, perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila hingga masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni normalisasi Sungai Pondok Pelita di Nagori Dolok Merangir I, Kamis (13/8/2026). Pengerukan sedimentasi berupa pasir dilakukan untuk memperlancar aliran air sungai.

Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, mengatakan pengerukan dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sekaligus mengantisipasi terjadinya banjir kembali.

“Saat ini kita lakukan pengerukan sedimentasi berupa pasir agar aliran sungai kembali lancar. Penanganan ini tidak hanya bertujuan memulihkan lingkungan, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari sosial, keagamaan, pendidikan hingga perekonomian dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Simalungun juga berupaya mengaktifkan kembali Pintu Air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I yang telah sekitar enam tahun tidak berfungsi.

Alat berat didatangkan untuk membuka kembali pintu air yang mengalami kendala teknis. Pintu Air Bahbolon yang dibangun pada 1912 tersebut merupakan bagian hilir dari Sungai Bahsikkam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, menegaskan pemerintah daerah serius menangani akar persoalan banjir di wilayah tersebut.

“Setelah pintu air dapat berfungsi kembali, kita akan lanjutkan dengan pengerukan endapan yang cukup tebal di sana. Dengan demikian, aliran air di kawasan ini diharapkan lebih terkendali dan risiko genangan dapat berkurang,” jelas Budiman.

 

Menurutnya, penanganan banjir tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kita tidak ingin masyarakat terus dihantui ancaman banjir setiap musim hujan. Sinergi lintas sektor akan terus diperkuat. Seluruh perkembangan akan terus dipantau dan ditindaklanjuti secara berkesinambungan,” tegasnya.

Normalisasi Sungai Pondok Pelita dan pengaktifan kembali Pintu Air Bahbolon diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian air di kawasan Serbelawan dan sekitarnya.

Pemkab Simalungun memastikan penanganan banjir tidak hanya berorientasi pada pemulihan pascabencana, tetapi juga pada langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko banjir kembali terjadi serta menjaga aktivitas dan keselamatan masyarakat. ( Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha