KransNews.com | Simalungun – Kasus kematian lima ekor lembu milik warga di areal perkebunan PTPN IV Regional II Kebun Dolok Ilir, Kabupaten Simalungun, mendapat perhatian Anggota DPR RI Komisi III dari Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.
Persoalan tersebut disampaikan langsung warga kepada Hinca Panjaitan melalui rumah aspirasi. Warga meminta bantuan agar kasus kematian lima ekor lembu yang diduga akibat racun itu dapat ditelusuri dan diproses secara tuntas.
Hinca mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Kapolres Simalungun terkait laporan warga tersebut. Ia meminta masyarakat yang menjadi korban untuk membuat laporan resmi kepada kepolisian disertai data dan bukti yang diperlukan.
“Saya turun ke rumah aspirasi ini untuk mendengarkan apa yang dialami oleh masyarakat. Saya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak PTPN dan beliau menyampaikan salam dengan masyarakat yang hadir,” kata Hinca.
Ia menegaskan akan mengawal persoalan tersebut agar mendapat penanganan sesuai proses hukum.
“Kita akan berusaha untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas,” tegasnya.
Di hadapan Hinca, Basri dan Jumiati, warga Aman Sari sekaligus pemilik lembu, menceritakan kerugian yang mereka alami.
“Minggu lalu lima ekor lembu kami mati di areal perkebunan Dolok Ilir. Jadi kami mohon kepada Pak Hinca untuk menyelesaikannya. Kami untuk biaya sekolah anak-anak,” ujar Basri.
Menurut Basri, warga menemukan adanya dugaan racun di sekitar lokasi tempat lembu-lembu tersebut mati. Ia menduga racun tersebut sengaja diletakkan oleh pihak tertentu di areal perkebunan.
Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui laporan resmi dan proses penyelidikan aparat penegak hukum.
Hinca kemudian meminta warga segera membuat laporan ke Polsek Dolok Batu Nanggar agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti secara hukum.
“Kita sudah minta sama Kapolres, masyarakat yang menjadi korban lembunya mati di areal kebun untuk buat laporan. Baik itu tahun lalu boleh melapor, siapkan data,” kata Hinca.
Hinca juga menyatakan akan menindaklanjuti pengaduan warga dan meminta agar persoalan tersebut dibahas melalui mekanisme penanganan perkara.
“Sore ini Minggu (4/10/2026) saya terima pengaduan ini, saya follow up pengaduan ini dan kita minta untuk gelar perkara dan kita akan panggil Dirut PTPN 4,” tutupnya.
Kasus ini kini menunggu laporan resmi dari warga serta tindak lanjut kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian lima ekor lembu tersebut dan memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. (RZ)






