KransNews.com | Simalungun – Upaya memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Simalungun terus didorong. Rospita Br Purba, istri Wakil Bupati Simalungun, menjajaki kerja sama dengan PT Industri Nabati Lestari (PT INL) untuk mendukung pembinaan dan pengembangan UMKM.

Rospita mengunjungi PT INL untuk membahas peluang kemitraan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng bagi pelaku UMKM sekaligus membuka ruang pelatihan dan pembinaan.
Menurut Rospita, perkembangan UMKM di Simalungun cukup baik. Selama lima bulan terakhir, dirinya telah turun langsung ke sejumlah kecamatan untuk melihat aktivitas dan kebutuhan para pelaku UMKM.
Ia juga menyampaikan rencana pembentukan komunitas UMKM sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan pengembangan usaha para pelaku UMKM di Simalungun.
“Para pelaku UMKM juga membutuhkan minyak goreng. Kita berharap perusahaan bisa menjadi mitra UMKM. Kita juga berharap ada pelatihan untuk para pelaku UMKM dan pembinaan oleh pihak PT INL,” ujar Rospita.
Sementara itu, Kabag Keuangan PT INL, Zakaria, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki sejumlah produk minyak goreng, di antaranya Nusa Kita, Salvaco, INL dan Minyakita.
Zakaria mengatakan PT INL selama ini tetap menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan UMKM, termasuk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“INL selama ini tetap menerapkan kepedulian pada pelaku UMKM. Perusahaan juga ingin meningkatkan UMKM Simalungun. Perusahaan juga menyalurkan TJSL di lingkungan sekitar perusahaan. Belum maksimal, tapi perusahaan tetap aktif untuk UMKM selama ini,” katanya.
Menurut Zakaria, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah legalitas wadah atau komunitas UMKM agar proses kemitraan dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kita harap ada legalitas wadahnya untuk melengkapi NIB dan kita dari perusahaan akan membantu untuk penyaluran minyak goreng untuk UMKM,” ujarnya.
Staf PT INL, Maya, menambahkan bahwa penyaluran minyak goreng, khususnya yang berkaitan dengan program pemerintah, memiliki mekanisme dan ketentuan yang harus dipenuhi.
“Nanti kami akan membantu fasilitasi UMKM,” katanya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemitraan antara pelaku UMKM Simalungun dengan PT INL, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku, tetapi juga melalui pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Di akhir pertemuan, Rospita Br Purba menyampaikan terima kasih kepada PT INL atas keterbukaan dalam menjajaki kerja sama tersebut. Ia berharap komunikasi dan program kemitraan untuk pengembangan UMKM Simalungun dapat terus berlanjut.(RZ)







