Viral Lurah Tercebur ke Parit Saat Bersitegang dengan Warga, Kini Lapor Polisi

oleh -465 Dilihat
Viral Lurah Tercebur ke Parit Saat Bersitegang dengan Warga, Kini Lapor Polisi

KransNews.com | Medan – Setelah videonya viral di media sosial karena tercebur ke parit saat bersitegang dengan warga, Lurah Perintis Kecamatan Medan Timur, Muhammad Fadli, akhirnya melaporkan seorang pria paruh baya berinisial A ke Polsek Medan Timur atas dugaan penganiayaan dan penghalangan tugas aparatur pemerintah.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Madukoro, Kelurahan Perintis, pada Senin (13/10/2025). Dalam video yang beredar, tampak Fadli terdorong hingga jatuh ke parit berlumpur saat memimpin pembersihan “polisi tidur” liar yang dibuat warga dari ban mobil bekas.

Seperti dilansir Medan Daily, Senin (13/10/2025), menurut Fadli, kegiatan tersebut dilakukan setelah menerima sejumlah keluhan warga Lingkungan I yang merasa terganggu dengan keberadaan “polisi tidur” tersebut.

“Laporan itu saya terima dari Kepling I, Bu Tika, lewat WhatsApp. Banyak warga juga mengirim pesan lewat DM Instagram saya karena ban kendaraannya bocor akibat paku di ban bekas itu,” ujar Fadli usai membuat laporan di Polsek Medan Timur.

Fadli menjelaskan, pria berinisial A yang diduga memasang “polisi tidur” ilegal itu sudah dua kali dimediasi sebelumnya, namun tetap mengulangi perbuatannya.

“Saya sudah dua kali memediasi si A. Tapi saat kami bersihkan, dia datang marah-marah. Saya tawarkan untuk mengambil barangnya ke kantor lurah, tapi malah emosi,” katanya.

Keributan pun tak terelakkan. Dalam perdebatan itu, Fadli mengaku sudah menjelaskan identitasnya sebagai lurah, namun pelaku justru menantang.

“Dia bilang, ‘Emang kenapa rupanya kalau lurah?’ Lalu dorong saya sampai jatuh ke parit,” jelas Fadli.

Akibat insiden tersebut, Fadli mengalami pembengkakan di bagian siku dan pergelangan tangan. Ia juga menegaskan bahwa tindakannya murni untuk menertibkan wilayah sesuai keluhan masyarakat.

Fadli menambahkan, pelaku berdalih memasang “polisi tidur” liar tersebut agar pengendara tidak menabrak ternaknya seperti ayam dan burung merpati.

“Masalah ini sudah sering saya mediasi, bahkan pernah sampai ke kantor camat, tapi tetap diulangi lagi,” pungkasnya.

Pihak Polsek Medan Timur saat ini masih menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa saksi dan bukti video yang beredar di media sosial.

Sumber: Medan Daily

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *