KransNews.com | Medan – Polrestabes Medan berhasil mengungkap kasus pembacokan sadis yang menewaskan David Martua Nainggolan (27), seorang pencari nasi sisa di kawasan Jalan Padang, pinggiran rel kereta api, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, pada Senin (13/10/2025) lalu.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, pihaknya telah menangkap tiga pelaku yang tergabung dalam kelompok geng motor di lokasi berbeda.
Ketiga pelaku masing-masing berinisial WH (16), warga Jalan Letda Sujono; PH (14), warga Kelurahan Bantan; dan pelaku utama RJ (18), warga Gang Amal Ujung, Jalan Bersama, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.
“Pelaku WH dan PH kami tangkap di wilayah Medan Tembung pada 14 Oktober. Sementara pelaku utama RJ berhasil kami amankan di Kota Tangerang pada 15 Oktober setelah kabur menggunakan pesawat,” ujar Calvijn, Sabtu (25/10/2025).
Menurut Calvijn, pelaku RJ membacok korban sebanyak dua kali di bagian tubuh sebelah kiri menggunakan senjata tajam berwarna merah sepanjang dua meter hingga korban meninggal dunia di tempat.
“Pelaku utama sempat melarikan diri ke Tangerang dan berhasil kami tangkap sehari kemudian,” tambahnya.
Mantan Dirresnarkoba Polda Sumut itu menyebutkan, total pelaku dalam kasus ini berjumlah tujuh orang, namun baru tiga yang berhasil diamankan. Polisi masih memburu empat pelaku lainnya yang identitasnya telah diketahui.
Kronologi Kejadian
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto menjelaskan, insiden bermula ketika sekelompok geng motor berkumpul di Gang Terong sekitar pukul 02.00 WIB sambil membawa senjata tajam.
Sekitar pukul 03.00 WIB, mereka bergerak ke arah rel kereta api dan melihat korban David bersama seorang temannya bernama Berry keluar dari gang tersebut. Namun, Berry tiba-tiba melempar batu ke arah kelompok geng motor lalu melarikan diri.
“Target mereka sebenarnya Berry, tapi dia kabur. Korban malah tertinggal di lokasi dan akhirnya dibacok hingga tewas,” ujar Bayu.
Dijelaskan, korban David bukan bagian dari geng motor dan tidak ikut dalam tawuran.
“Korban hanya hendak mengambil handphone-nya yang tertinggal, bukan ikut bentrok,” tambah Kasat Reskrim.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan publik karena korban dikenal sebagai pencari nasi sisa di sekitar kawasan tersebut.
Polrestabes Medan memastikan akan terus memburu para pelaku lainnya hingga seluruhnya tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sumber: Medan Daily






