Ibu dan Anak Tewas Usai Tabrak Lubang di Gunung Malela

oleh -534 Dilihat
Ibu dan Anak Tewas Usai Tabrak Lubang di Gunung Malela

KransNews.com | Simalungun  — Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan lintas Pematangsiantar–Perdagangan, tepatnya di Km 14,5–15 Huta I Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 05.40 WIB.

Dua orang meninggal dunia dalam insiden tragis ini.

Korban diketahui bernama Alwi Samah Lubis (24) dan ibunya Mindrawati (45), warga Jalan Rawasari II, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.
Keduanya diketahui baru sekitar seminggu tinggal di Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela.

Pagi itu, Alwi mengendarai sepeda motor Yamaha Free Go B-4130-EBY dengan ibunya dibonceng di belakang, melaju dari arah Perdagangan menuju Pematangsiantar. Suasana jalan masih sepi dan cuaca cerah. Namun, perjalanan keduanya berubah menjadi tragedi.

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, sepeda motor yang dikendarai Alwi melaju cukup cepat. Saat melintas di lokasi kejadian, ia diduga kurang memperhatikan kondisi jalan yang berlubang cukup dalam dengan panjang sekitar 1,6 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman 20 sentimeter.

Motor pun menghantam lubang keras. Seketika laju kendaraan tidak terkendali. Alwi bersama ibunya terpental ke arah kanan jalan dan masuk ke jalur berlawanan.

Pada saat bersamaan, datang mobil penumpang Daihatsu Gran Max FA Serigala BK-1063-TAL yang dikemudikan Riki Ramadani (34), warga Huta Sigogar, Nagori Silulu, Kecamatan Gunung Malela, dari arah Pematangsiantar menuju Perdagangan.

Tubuh kedua korban yang terpental langsung membentur bagian samping kanan mobil Gran Max dengan keras, sebelum akhirnya terhempas ke aspal.

Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras segera berlarian ke lokasi. Dengan cepat, keduanya dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih Siantar.
Namun, nyawa Alwi dan Mindrawati tak dapat diselamatkan, keduanya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sementara pengemudi Gran Max, Riki, selamat dan tidak mengalami luka. Ia juga dapat menunjukkan SIM B1 Umum dan STNK kendaraan yang sah.
Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp3,5 juta.

Faktor Jalan Jadi Pemicu

Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan bahwa seluruh kendaraan dalam kondisi layak dan standar keselamatan sebelum kejadian.
Cuaca cerah, jalan lurus dan mendatar, namun tidak memiliki rambu dan marka jalan, serta terdapat lubang besar di badan jalan. Faktor inilah yang diduga kuat menjadi pemicu kecelakaan.

Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang melintasi wilayah perkebunan PTPN III Kebun Bangun, dan kerap dilalui warga sekitar untuk aktivitas harian.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Winokto Silitonga membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat. (Ld)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *