Proyek Rabat Beton di Nagori Banjar Hulu Dicicil

oleh -726 Dilihat
Proyek Rabat Beton di Nagori Banjar Hulu Dicicil

KransNews.com | Simalungun – Meski dikerjakan, namun proyek pembangunan rabat beton di Huta II, Nagori Banjar Hulu, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun disoal warga.

Pasalnya, pembangunan proyek yang sesuai diinformasikan di papan transparansi proyek, diketahui proyek bersumber Dana Desa 2025 itu senilai Rp 277 juta dengan panjang pengerjaan 200 meter, lebar 5 meter dan ketebalan 15 centimeter. Anehnya, pengerjaan rabat beton itu dihentikan karena menunggu pembiayaan dari pencairan Dana Desa tahap kedua.

“Apa boleh pekerjaan dilakukan bertahap, awalnya masyarakat senang karena jalan dikerjakan 200 meter. Rupanya cuma dikerjakan 90 meter. Katanya menunggu pencairan tahap 2 Dana Desa,” kata Bowo salah seorang warga.

Ia menambahkan, ketika pemerintah Nagori Banjar Hulu melakukan trial, disitu dijelaskan bahwa proyek 200 meter. “Kemarin pas trial katanya 200 meter. Rupanya cuma segitu. Kalaupun dananya dari tahap pertama gak cukup harusnya dibuat terpisah jangan dijadikan satu plang proyeknya,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, awak media mencoba mengkonfirmasi Pj Pangulu Banjar Hulu, Heri Kusmawan. Pesan WhatsApp dan sambungan telepon yang ditujukan kepadanya tak mendapatkan respon hingga berita ini dipublikasikan.

Ditemui tak jauh dari lokasi proyek, Putra salah seorang warga yang mengaku ikut bekerja di proyek rabat beton ini mengaku bahwa ia menerima gaji selama 5 hari kerja hanya sekitar Rp 464 ribu. “Kemarin yang menggaji Kadus Huta I, kebetulan dia kepala tukangnya,” katanya.

Sementara itu, Kadus Huta I, Muin Suratno yang dihubungi mengaku hanya menjalankan tugasnya dan ia menerapkan gaji sebesar Rp 120 ribu untuk tukang dan Rp 100 ribu untuk kernet (pelayan tukang, red). “Kemarin mereka kerja empat hari setengah, karena di hari pertama mulai kerjanya udah setengah hari. Kalau pekerjanya kemarin kita pakai 4 orang tukang dan 24 orang kernet,” katanya memalui sambungan telepon.

Saat ditanya apakah proyek tersebut sudah rampung, ia menambahkan bahwa pekerjaan itu akan dilanjutkan ketika Dana Desa tahap kedua sudah cair. “Itu nanti dilanjutkan ke tahap 2 bang. Kalau soal RAB (Rencana Anggaran Biaya) itu TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) yang tahu bang. Gitu juga pengerjaanya, karena memang kami dibilangin gak pake besi rabat betonnya,” tutupnya. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *