KransNews.com | Simalungun – Masyarakat Nagori Dolok Merangir 1 Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun mengharapkan pengelolaan Dana Desa Tahun 2025 dilakukan transparan, hal ini dikarenakan selama ini Pemerintah Nagori Dolok Merangir tak pernah terbuka terkait pengelolaan keuangan desa.
“Kami masyarakat tidak tahu berapa besaran anggaran tersebut (Dana Desa, red) karena papan transparansi tidak dipasang di kantor pangulu,” kata warga kepada wartawan, Senin (4/8/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Menurutnya, kucuran dana desa membawa banyak manfaat bagi pembangunan desa. “Mungkin lemahnya pengawasan dan kurangnya sosialisasi sebagai wujud pengelolaan yang transparan menjadi dugaan celah penyelewengan,” kata Sur.
Sekretaris Nagori Dolok Merangir 1 yang mengaku Boru Hasibuan saat dikonfirmasi di kantor Pangulu mengatakan, anggaran Dana Desa tahun ini sekitar Rp 932 juta sudah termasuk anggaran BUMNag dan Hampang.
Disinggung terkait plang kantor yang tidak dipasang, ia mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang dalam pengusulan untuk dibuat dari batu secara permanen. “Rencanya mau dibuat permanen dari batu, tapi masih menunggu respon dari pihak HRD PT.Bridgestone. Kalau plang Maujana, LPM, Karang Taruna, aku nggk tahu karena aku masuk tahun 2024,” katanya.

Dikatakannya, mesin pengolahan sampah yang ada di kantor pangulu juga bersumber dari anggaran Dana Desa seharga Rp 25 juta. “Tapi saat ini belum bisa beroperasi masih menunggu perbaikan. Kalau dana Hampang dikerjakan dari anggaran DD tahap 2,” ujar Boru Hasibuan mengakhiri. (RZ)







