KransNews.com | Simalungun – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu (23/8/2025) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa alam tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan cukup parah.
Di Huta Jambi, atap rumah milik Nanda Budiono (30) beterbangan dan menimpa rumah tetangganya, Saimin (73). Akibatnya, kedua rumah tersebut mengalami kerusakan cukup berat. Di lokasi lain, rumah milik Febri Ramadini (27) juga rusak parah setelah atapnya terlepas dan sebagian dinding retak akibat terjangan angin.
Tak hanya rumah warga, mushola Pondok Pesantren Darul Tauhid turut terdampak. Atap seng bangunan ibadah itu terbawa angin, sementara sebuah tiang listrik PLN di samping pondok roboh, menyebabkan aliran listrik di kawasan tersebut padam total.
“Anginnya sangat kencang, kami semua kaget. Atap rumah saya langsung beterbangan dan menimpa rumah Pak Saimin. Untung tidak ada korban jiwa,” ungkap Nanda Budiono dengan wajah cemas.
Babinsa Nagori Mariah Jambi, Serka F. Tampubolon, langsung turun tangan membantu warga mengevakuasi barang-barang dari rumah yang terdampak bencana. Ia mengatakan, pihaknya bersama masyarakat bergotong royong untuk mengamankan peralatan rumah tangga agar tidak rusak lebih parah.
“Ini musibah yang tidak bisa kita duga. Yang terpenting, semua warga dalam keadaan selamat. Kita bersama-sama membantu evakuasi barang dan membersihkan puing-puing,” ujar Serka Tampubolon.
Sementara itu, pihak PLN ULP Perdagangan juga telah dihubungi untuk segera mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa kabel listrik serta memperbaiki jaringan agar listrik segera kembali normal.
Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Meski begitu, tidak ada laporan korban jiwa.
Budi Saragih, selaku Gomot Huta Jambi, berharap pemerintah Kabupaten Simalungun segera memberikan perhatian kepada para korban.
“Kerusakan ini cukup parah, banyak warga yang kehilangan tempat tinggal. Kami sangat berharap pemerintah hadir membantu memperbaiki rumah-rumah warga dan fasilitas umum yang rusak,” kata Budi.
Warga setempat juga terlihat bahu-membahu membantu para korban, mulai dari mengevakuasi barang-barang hingga membersihkan puing atap yang beterbangan. Mereka berharap bantuan segera datang agar kehidupan sehari-hari bisa kembali normal. (JD)











