Desa Wisata Karang Anyar Kembangkan Konsep Baru: Kolam Ikan dan Pertanian Hidroponik Masuk dalam Rencana

oleh -1154 Dilihat
Foto: Wisata Karang Anyar

KransNews.com | Simalungun – Pemerintah Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, kini tengah menyiapkan langkah baru dalam pengembangan potensi desa. Meski dikenal sebagai salah satu destinasi wisata air unggulan, kawasan Pemandian Karang Anyar akan mengalami transformasi, dengan pengembangan kolam budidaya ikan air tawar serta proyek pertanian hidroponik.

Transformasi ini menjadi bagian dari sinergi antara program ketahanan pangan dan pariwisata berbasis desa. Pangulu Karang Anyar, Safi’i, menjelaskan bahwa pemanfaatan air yang melimpah di kawasan tersebut akan diarahkan pada sektor produktif seperti budidaya ikan, namun tetap mengedepankan nuansa wisata.

“Ini bukan pengalihan fungsi, tapi pengembangan potensi. Kita ingin menghadirkan wisata edukasi berbasis pertanian dan perikanan. Budidaya ikan akan kita desain agar tetap menarik bagi wisatawan,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).

Selain kolam ikan, BUMNag Karang Anyar juga mulai membangun fasilitas pertanian hidroponik yang bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Simalungun (USI). Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

“Kita ingin Desa Karang Anyar dikenal tidak hanya karena wahana pemandian, tapi juga karena inovasinya. Ada edukasi, ada wisata, ada produksi pangan. Semua bersinergi,” jelas Safi’i.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, M. Fikri Damanik, menanggapi positif pengembangan ini selama tetap dalam kerangka penguatan desa wisata. Ia mengingatkan bahwa kesepakatan awal antara Pemkab, Bank Mestika, dan BUMNag adalah menjadikan Karang Anyar sebagai destinasi berbasis pariwisata.

“Kalau pengembangan kolam ikan itu diarahkan untuk wisata edukasi atau agrowisata, tentu tidak jadi masalah. Tapi kalau murni menjadi tempat produksi ikan tanpa konsep wisata, itu tidak sesuai dengan tujuan awal,” ujarnya.

Fikri juga mencontohkan beberapa daerah di Pulau Jawa yang sukses menggabungkan sektor pariwisata dengan budidaya ikan, seperti wisata terapi ikan atau pemandian dengan ikan berukuran besar.

Dengan perubahan konsep ini, Karang Anyar diharapkan dapat menjadi contoh desa wisata modern yang mampu menggabungkan potensi alam, pariwisata, dan ketahanan pangan dalam satu paket pengembangan yang berkelanjutan. (SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *