KransNews.com | Simalungun – Hujan deras yang terjadi sekitar 3 jam mengakibatkan tembok penahan yang berada di Huta I, Nagori Negeri Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun roboh. Kejadian ini mengakibatkan 3 rumah tertimpa, beruntung tak ada korban jiwa.
Kejadian itu terjadi pada Minggu (10/8/2025) malam. Peristiwa yang dipicu hujan deras sejak sore itu menimbulkan kerugian material sekitar Rp150 juta.
Kapolsek Serbelawan IPTU Gunawan Sembiring menjelaskan, longsor terjadi pukul 21.00 WIB ketika tembok penahan tanah di pinggir jalan runtuh, menimpa rumah milik Suprianto Lingga, Abdul Murad, dan Amir Sahdin Lingga. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena warga sudah menyadari tanda-tanda pergerakan tanah dan segera mengungsi.
Rinciannya, rumah Suprianto rusak senilai Rp50 juta, teras rumah Abdul Murad Rp20 juta, rumah Amir Sahdin Rp20 juta, serta tembok penahan tanah Rp60 juta.
Faktor penyebab longsor antara lain curah hujan tinggi, kondisi tanah labil di lereng, serta tembok penahan yang sudah berusia 10 tahun.
Achmad Simbolon, Pangulu Nagori Negeri Bayu Muslimin menjelaskan tembok itu dibangun pada tahun 2015 silam. “Tadi malam hujannya deras, tembok penahan yang roboh panjangnya sekitar 20 meter dan menimpa 3 rumah. Kejadian ini sudah kita laporkan ke pihak Kecamatan Tapian Dolok untuk proses selanjutnya,” ungkapnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terkhusus daerah yang tinggal di daerah rawan bencana. (Ril/RZ)








