KransNews.com |Padangsidimpuan – Sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai beban lingkungan kini mulai dilirik sebagai peluang yang membawa manfaat dan nilai ekonomi. Dengan semangat gotong royong, masyarakat Kota Padangsidimpuan diajak untuk mengubah plastik bekas menjadi produk kreatif dan ramah lingkungan.
Limbah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang paling sulit terurai. Jika tidak dikelola dengan baik, akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Namun, upaya bersama dari berbagai pihak seperti pedagang, sekolah, kampus, hingga rumah tangga, diyakini dapat mengubah situasi tersebut.
“Dari pasar hingga sekolah, dari rumah tangga hingga kampus, jika semua mau ambil bagian, maka plastik bukan lagi masalah, tapi berkah,” ujar Hj. Masroini Ritonga, Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan.
Dalam keterangannya, Masroini menekankan pentingnya edukasi, aksi kolektif, dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan pengelolaan limbah plastik yang dilakukan secara berkala akan membantu mengurangi volume sampah di Kota Padangsidimpuan secara signifikan.
Menurutnya, langkah sederhana seperti mengumpulkan plastik bekas belanja, memilah sampah dari rumah, dan mengajak masyarakat sekitar untuk mengolahnya bisa menjadi awal dari perubahan besar. Sekolah dan kampus juga diminta ikut serta dalam proses edukasi dan inovasi pengelolaan limbah.
“Kunci perubahan ada di tangan kita. Dari pedagang yang bijak menggunakan plastik, sekolah yang mendidik, hingga masyarakat yang aktif bergerak, semua punya peran penting,” tambahnya.
Gerakan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan produk daur ulang yang bernilai jual, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan, Padangsidimpuan menargetkan menjadi kota yang tidak hanya bersih dari sampah, tapi juga unggul dalam inovasi pengelolaan limbah. (HBR)






