KransNews.com | Simalungun – Kejadian tragis terjadi di Jalan Asahan, Kilometer 12, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kab. Simalungun, Rabu (1/1/2025) sekira pukul 14.30 WIB Dahan pohon yang berada di pinggir jalan patah dan menimpa pengendara sepedamotor yang melintas.
Kejadian bermula saat Diah Ekawati (45) berboncengan dengan anaknya Raisah Afita Quirunisa (12) mengendarai Honda Beat BK 3705 MAL melintas dari arah Perdagangan menuju Pematangsiantar, setibanya di lokasi kejadian, dahan pohon yang berdiameter 20 centimeter patah dan menimpa sepedamotor yang ditumpangi warga Pasar Lama, Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela itu.
Kejadian itu sempat mengkagetkan pengendara lainnya karena saat kejadian tak ada angin kencang dan cuaca cukup cerah. Korban yang tertimpa langsung dievakuasi warga ke rumah sakit.

Warga sempat bergotong royong untuk mengangkat kayu yang menimpa korban. Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke rumah sakit terdekat, sayangnya nyawa ibu rumah tangga (IRT) ini tak tertolong.
Kapolsek Bangun, AKP R Simarmata membenarkan kejadian tersebut dan saat ini korban sudah disemayamkan di rumah duka.

Amatan awak media di lokasi kejadian, terlihat memang dahan pohon sejenis Pohon Petai ini mulai lapuk pada bagian tengah sehingga dahan tersebut patah tanpa diterpa angin kencang.
Selain itu, beberapa pohon yang terlihat sudah berusia puluhan tahun itu sudah sangat membahayakan pengguna jalan. Kejadian ini bukan kali pertamanya terjadi, pada beberapa bulan lalu kejadian serupa juga terjadi di lokasi yang sama, 2 pengendara juga tertimpa dahan yang patah, beruntung keduanya tak mengalami luka serius dan hanya mendapatkan perawatan medis di puskesmas.
Kejadian juga terjadi di daerah Batu 7 Jalan Asahan, tepatnya di Nagori Lestari Indah. Pengendara motor yang merupakan pedagang di Pasar Dwikora juga tertimpa pohon tumbang.
Sabrudin (56) warga Bah Biding, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi pepohonan yang berada di sepanjang Jalan Asahan, mengingat pepohonan di lokasi tersebut sudah beberapa kali memakan korban dan usia pohon yang sudah sangat tua.
“Kalaupun tak boleh ditebang, setidaknya cabang (Dahan, red) harusnya di potong, jadi tak ada lagi kasus serupa. Ini sudah kali ketiganya kejadian,” ungkapnya saat ditemui awak media di Simpang Serapuh. (SN)








