Warga Tanjung Hataran Resah, Puluhan Ekor Sapi Mati Mendadak Diduga Diracuni

oleh -408 Dilihat
Warga Tanjung Hataran Resah, Puluhan Ekor Sapi Mati Mendadak Diduga Diracuni

KrasNews.com | Simalungun – Warga Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, dibuat resah akibat matinya puluhan ekor ternak lembu milik warga secara mendadak. Peristiwa ini terjadi di areal Afdeling I Perkebunan PTPN III Bandar Betsy.

Kematian ternak lembu tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga mengaku kejadian serupa telah berulang sejak tahun 2025 lalu. Bahkan, hampir setiap minggu selalu ada ternak lembu yang mati dengan kondisi yang sama.

“Kalau dihitung-hitung, yang mati baru-baru ini sudah sekitar 50 ekor,” ujar salah seorang warga.

Ternak lembu yang mati menunjukkan gejala tidak wajar, seperti mulut dan hidung mengeluarkan busa, perut mengembang, serta sebagian mengalami luka pada bagian kulit. Warga menduga kuat kematian ternak tersebut disengaja akibat diracun oleh orang tak dikenal.

Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan warga yang beberapa kali menemukan sisa racun di dalam perut lembu yang mati, serta di sekitar lokasi penggembalaan. Selain itu, luka pada kulit ternak diduga akibat kontaminasi racun atau bahan kimia berbahaya.

Dalam sepekan terakhir saja, tercatat empat ekor lembu kembali mati dengan kondisi serupa. Mirisnya, beberapa di antaranya dalam keadaan hamil besar, bahkan ada yang baru saja melahirkan.
Kondisi ini membuat warga terpaksa meningkatkan kewaspadaan dan berjaga secara bergantian untuk melindungi ternak mereka di area perkebunan.

Akibat kejadian ini, warga mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. “Kerugian kami bisa mencapai puluhan juta rupiah,” keluh warga, Senin (26/01/2026).

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak terkait dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki penyebab kematian ternak tersebut dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *