Relawan Bantuan ke Aceh Tamiang Mengaku Dihentikan oleh Aparat

oleh -256 Dilihat
Relawan Bantuan ke Aceh Tamiang Mengaku Dihentikan oleh Aparat

KransNews.com | Aceh – Seorang relawan bantuan kemanusiaan yang meminta identitasnya dirahasiakan dan menggunakan nama samaran Ismail mengaku heran atas sikap aparat TNI/Polri yang menuding rombongan relawan membawa Bendera Bulan Bintang. Menurutnya, para relawan hanya berniat menyalurkan bantuan dan membantu warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.

“Kami datang dengan damai, tidak ada tujuan politik. Semua murni untuk kemanusiaan. Tapi kami justru diperlakukan tidak manusiawi,” ujar Ismail, Kamis (25/12/2025).

Ismail menyebutkan, rombongan relawan berjumlah lebih dari 1.000 orang yang berasal dari Banda Aceh, Pidie, Bireuen, dan sejumlah daerah lainnya. Mereka membawa logistik bantuan dan berencana membantu warga Aceh Tamiang membersihkan permukiman yang tertimbun lumpur dan kayu pascabanjir.

Para relawan sebelumnya berkumpul di Beureuneun, Kabupaten Pidie, dan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan sekitar 200 unit kendaraan. Namun, saat melintas di Gampong Mane Tunong, Aceh Utara, rombongan dihentikan oleh aparat negara yang bersenjata lengkap.

Menurut Ismail, sejak sekitar pukul 18.30 WIB, aparat menghentikan satu per satu truk bantuan untuk dilakukan pemeriksaan. Sejumlah relawan menolak cara pemeriksaan yang dinilai memaksa.

Penolakan tersebut, kata Ismail, justru dibalas dengan tindakan kekerasan. Ia mengklaim aparat memukul relawan menggunakan popor senjata, menendang, serta memukul hingga menyebabkan beberapa relawan mengalami luka lebam dan cedera.
“Bahkan seorang warga yang mencoba melerai juga ikut dipukul,” ungkapnya.

Akibat insiden tersebut, seorang relawan dilaporkan harus dirujuk ke Rumah Sakit Fauziah karena mengalami luka serius di bagian kepala.

Hingga kini, menurut Ismail, aparat tidak lagi melakukan penyisiran terhadap kendaraan relawan. Namun, aparat masih terlihat berjaga di lokasi tersebut.

Sumber: Posmetro Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *