Banjir Bandang dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Empat Warga Meninggal dan Ribuan Rumah Terendam

oleh -536 Dilihat
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Empat Warga Meninggal dan Ribuan Rumah Terendam

KransNews.com | Tapanuli Tengah – Banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, setelah hujan badai mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu (23/11) malam. Hingga Selasa (25/11), kondisi banjir bandang masih berlangsung di beberapa titik.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan cuaca ekstrem yang melanda wilayah pantai barat Sumatera Utara, yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, memicu bencana di berbagai kecamatan. “Hujan dan badai sejak Minggu malam mengakibatkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di berbagai lokasi,” ujarnya.

Salah satu wilayah terdampak parah adalah Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, di mana tanah longsor menimbun sejumlah rumah dan menyebabkan empat orang meninggal dunia. “Banjir dan longsor di berbagai lokasi juga merendam ribuan rumah,” tambahnya.

Masinton memastikan seluruh warga yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang aman. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Basarnas, TNI, dan Polri terus melakukan evakuasi dan penanganan di lapangan. “Kami juga menyiapkan bantuan logistik, dapur umum, serta layanan kesehatan di lokasi pengungsian,” katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih akan melanda kawasan pantai barat Sumatera Utara hingga Desember 2025.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat sebanyak 1.902 keluarga terdampak banjir di tujuh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Data yang dirilis pada Senin (24/11) menyebutkan banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak 17 hingga 22 November 2025.

Kecamatan Kolang menjadi wilayah terdampak terparah dengan 1.261 keluarga terdampak di dua desa. Disusul Kecamatan Sarudik sebanyak 338 keluarga, Kecamatan Pandan 150 keluarga, Kecamatan Lumut 78 keluarga, serta Kecamatan Barus 65 keluarga dan Kecamatan Tukka 10 keluarga.

“Sedikitnya delapan kelurahan dan lima desa terdampak banjir akibat kejadian tersebut,” demikian laporan Pusdalops PB Sumut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Ia memastikan berbagai upaya penanganan terus dilakukan di lapangan. “Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi, asesmen lokasi, dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

 

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *