Isu Penjualan Aset BUMNag Kerasaan II Beredar

oleh -592 Dilihat
Isu Penjualan Aset BUMNag Kerasaan II Beredar

KransNews.com | Simalungun — Isu tidak sedap beredar di tengah masyarakat Nagori Kerasaan II, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Sejumlah warga menyebut beberapa aset milik Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) setempat diduga telah dijual.

Informasi tersebut mencuat setelah warga menyoroti tidak adanya kejelasan terkait sejumlah aset BUMNag yang disebut-sebut telah hilang. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pengurus lama bernama Fery sudah lama meninggalkan Nagori Kerasaan II dan kini disebut berada di Pekanbaru.

“Isunya, teratak pesta, keyboard (organ tunggal), dan tabung gas LPG sudah dijual. Tapi warga gak tahu siapa yang jual. Pengurus lama gak tinggal di sini lagi, infonya sudah di Pekanbaru,” ujar warga itu saat ditemui, Jumat (24/10/2025).

Menurut warga tersebut, kepengurusan BUMNag telah diperbarui oleh Pangulu Kerasaan II karena pengurus lama sudah tidak lagi berdomisili di nagori. “Minggu kemarin sudah dibentuk pengurus baru,” tambahnya.

Warga lain yang ditemui tak jauh dari kantor pangulu menyebutkan bahwa kabar mengenai penjualan aset BUMNag ini sebenarnya sudah lama beredar, namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai keberadaan aset yang dimaksud.

“Isu ini bukan baru. Sudah lama warga dengar, tapi sampai sekarang asetnya gak tahu di mana,” ujarnya.

Ia menuturkan, selain persoalan aset, warga juga sempat mendengar kabar bahwa BUMNag memelihara lembu. Namun, hal itu menimbulkan tanda tanya karena wilayah Nagori Kerasaan II termasuk dalam kawasan perkebunan PT Sipef, yang tidak memperbolehkan keberadaan kandang ternak.

“Katanya BUMNag juga pelihara lembu. Tapi di Kebun Sipef ini gak boleh ada kandang ternak seperti lembu atau kambing, karena wilayah nagori ini masih masuk area perkebunan,” jelasnya.

Untuk mengklarifikasi informasi tersebut, awak media mencoba mendatangi kantor Pangulu Kerasaan II, namun kantor dalam keadaan kosong. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp kepada Pangulu Sutresno juga tidak mendapat tanggapan hingga pukul 18.20 WIB.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Nagori Kerasaan II maupun pengurus BUMNag yang baru belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penjualan aset dan keberadaan barang-barang milik BUMNag tersebut. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *