KransNews.com | Simalungun – Masyarakat Nagori Dolok Meranggir 1, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pertanyakan papan transparansi terkait anggaran Dana Desa tahun anggaran tahun 2025, parahnya Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) tidak menguasai data terkait pengerjaan dana desa tahun 2025.
Menurut warga, semenjak cairnya anggaran dana desa tersebut masyarakat tidak tahu dana desa itu untuk dipergunakan untuk apa saja. “Dari dulu memang gak pernah dipasang, jadi kami gak tau dana desa untuk apa aja,” kata warga, Selasa (29/7/2025).
Saat awak media mendatangi kantor pangulu yang berada di areal Perkebunan PT Bridgestone, seorang perempuan penjaga kantor pangulu saat ditanyai terkait siapa TPK penggunaan Dana Desa ia mengaku tak mengetahui. “Kalau itu aku nggak tahu pak, aku hanya jaga kantor aja, kalo para Kaur masuknya nanti jam 12.00 siang,” ucapnya.
Saat disinggung plang kantor, ia mengakui bahwa plang itu jatuh. “Plangnya jatuh pak,” ucapnya.
Menurut warga Meranggir yang kerap disapa Wal menerangkan, papan informasi sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini.
Papan informasi masih diperlukan terutama di Kantor Pangulu.
Papan informasi di nagori sangat penting karena dapat memudahkan perangkat untuk memberikan informasi kepada masyarakat sekitar dengan keterbukaan karena dana desa itu harus jelas peruntukkannya.
Dikatakan warga lagi, selain Plang Desa, Plang untuk Maujana Nagori, LPM juga nggak dipasang. “Beberapa bulan lalu katanya mau diperbaiki sama Pepy (Pangulu, red) tetapi sampai hari ini belum juga,” katanya.
Erwin Ketua Maujana Dolok Meranggir 1 saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya (29/7/2025) sekitar pukul 10.11 WIB mengatakan plang Maujana atau pun plang lainnya mau di perbaiki oleh panhulu.
Riwandi selalu TPK Nagori Dolok Meranggir 1 saat di konfirmasi terkait dana desa tahun anggaran 2025 mengatakan, kalau data itu semua ada sama Sekdes dan bendahara.
“Mungkin abang bisa konfirmasi ke mereka langsung. Aku gak ada pegang datanya bang. Atau saran saya mungkin abang bisa langsung konfirmasi ke bapak pangulu bang,” ucapnya.
Saat disinggung TPK yang seharusnya bertanggung jawab dalam pekerjaan tersebut, ia mengakui hal itu. Namun, ia sama sekali tak memegang data. “Iya betul bang. Tapi aku memang belum ada datanya,” ujarnya. (RZ)






