Polsek Saribudolok Inisiasi Program Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan

oleh -707 Dilihat
Polsek Saribudolok Inisiasi Program Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan

KransNews.com | Simalungun – Polsek Saribudolok menunjukkan komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui inisiatif pemanfaatan lahan pekarangan di Markas Komando (Mako) Polsek. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Saribudolok, AKP Jumpa Aruan, SE., ini dilaksanakan pada Selasa (11/2/2025) mulai pukul 09.00 WIB di Jalan Merdeka Atas, Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Selasa malam menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hanpang (Ketahanan Pangan) 1 yang diimplementasikan di tingkat Polsek. “Ini adalah bentuk dukungan konkret Polri terhadap program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan jajaran perwira dan personel Polsek Saribudolok, termasuk Kanit Reskrim Polsek Saribudolok IPDA Daniel Surbakti dan Bhabinkamtibmas Aipda E. Siringo Ringo. Mereka bersama-sama melakukan penanaman berbagai jenis sayuran di pekarangan Mako Polsek Saribudolok.

“Program ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, kami ingin mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang ada di Mako Polsek. Kedua, ini adalah bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat,” kata AKP Jumpa Aruan.

Inisiatif pemanfaatan lahan pekarangan ini merupakan contoh nyata bagaimana institusi kepolisian tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan. Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi instansi lain dan masyarakat umum dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.

Penanaman sayuran di pekarangan Mako Polsek Saribudolok dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan kemudahan perawatan. Jenis-jenis sayuran yang ditanam dipilih berdasarkan kecocokan dengan kondisi lahan dan iklim setempat, serta mempertimbangkan kebutuhan gizi masyarakat. (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *