Pemkab Simalungun Petakan Titik Rawan Banjir di Pasar Bawah Serbelawan

oleh -13 Dilihat

KransNews.com | Simalungun – Pemerintah Kabupaten Simalungun terus melakukan penanganan terhadap persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Sumatera Utara.

Penanganan dilakukan melalui pemulihan pascabanjir, evaluasi kondisi di lapangan, hingga penataan sistem aliran air di sejumlah wilayah yang terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, turun langsung meninjau sejumlah titik rawan banjir, Jumat (4/9/2026). Ia didampingi Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar.

Peninjauan diawali dari Jembatan Bandar Selamat. Rombongan kemudian melihat lokasi longsor di sekitar SD Muhammadiyah dan Masjid Taqwa Nagori Bandar Selamat, sebelum melanjutkan pemantauan ke bantaran Sungai Bah Sikkam di kawasan Pasar Bawah Serbelawan.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penanganan, sekaligus memetakan langkah yang diperlukan dalam jangka pendek maupun menengah.

Budiman mengatakan, Pemkab Simalungun sebelumnya telah mengaktifkan kembali pintu air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I sebagai salah satu upaya mengendalikan aliran air setelah banjir melanda kawasan tersebut.

“Kita sudah melakukan pengaktifan pintu air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I. Sejak pintu air dibuka, saat terjadi beberapa kali hujan deras, aliran air sudah berjalan jauh lebih lancar dan terkendali,” ujar Budiman.

Dari hasil peninjauan, tim menemukan sejumlah persoalan yang berpotensi menghambat aliran air, di antaranya penyempitan badan sungai serta kerusakan tanggul di beberapa lokasi.

Menurut Budiman, kondisi tersebut perlu segera ditangani karena dapat mengurangi kapasitas aliran sungai ketika debit air meningkat akibat hujan deras.

“Kita temukan beberapa lokasi yang mengalami penyempitan saluran air. Secara teknis, tim perencana sudah kami bawa ke lokasi untuk meneliti dan menentukan solusi terbaik yang akan diterapkan,” katanya.

Pemkab Simalungun, lanjut Budiman, akan mengarahkan penanganan pada normalisasi alur sungai serta perbaikan dan penguatan tanggul yang mengalami kerusakan.

“Selain pekerjaan normalisasi, kita juga melihat adanya tembok tanggul di beberapa bagian yang sudah jebol dan rusak parah. Hal ini akan segera kami koordinasikan agar mendapatkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Selain infrastruktur, Budiman juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sungai. Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan karena tumpukan sampah dapat menghambat aliran air dan memperparah kondisi saat hujan deras.

“Kita bisa lihat sendiri, tumpukan sampah menjadi salah satu faktor yang menghambat arus air dan memperburuk keadaan saat hujan turun dengan deras. Oleh karena itu, dukungan dan kesadaran warga sangat dibutuhkan agar upaya pemerintah dapat berjalan maksimal,” tegasnya.

Warga Pasar Bawah Serbelawan, Dolin, mengapresiasi perhatian Pemkab Simalungun yang turun langsung melihat kondisi wilayah tersebut.

Ia berharap rencana normalisasi Sungai Bah Sikkam dan perbaikan tanggul segera direalisasikan sehingga warga tidak lagi dihantui kekhawatiran ketika hujan deras turun.

“Kami sangat berharap pemerintah terus melakukan penanganan sungai dan tanggul secara berkelanjutan. Kalau sudah tertata baik, kami yang tinggal di sini pasti akan merasa jauh lebih aman dan tenang,” kata Dolin.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Simalungun turut menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir di kawasan Pasar Bawah Serbelawan. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban masyarakat setelah bencana.

Pemkab Simalungun menegaskan penanganan banjir akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui koordinasi antarperangkat daerah. Pemerintah juga mengharapkan dukungan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan aliran sungai agar risiko banjir dapat ditekan. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha