KransNews.com | Simalungun – Pengerjaan perawatan pengaspalan ruas jalan Kerasaan–Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, hampir lima hari pekerja melakukan pengorekan pada sejumlah titik jalan yang rusak, mulai dari Nagori Kerasaan hingga Nagori Kandangan, Kecamatan Pematang Bandar, namun papan informasi proyek belum terlihat terpasang di lokasi.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mengetahui identitas kegiatan, panjang ruas jalan yang dikerjakan, sumber anggaran, hingga nilai pekerjaan.
“Masyarakat tidak tahu berapa panjang jalan yang dikerjakan dan berapa besar anggaran yang digunakan,” kata warga, Gun, kepada KransNews.com, Kamis (27/8/2026).
Pantauan KransNews.com di lapangan, para pekerja terlihat melakukan pengorekan pada sejumlah titik jalan yang berlubang dan mengalami kerusakan. Namun, di sepanjang lokasi pengerjaan tidak terlihat papan informasi yang menjelaskan nama kegiatan, volume pekerjaan, sumber dana, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, maupun pihak pelaksana.
Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja mengaku hanya bertugas melakukan pengorekan pada bagian jalan yang akan diperbaiki.
“Kami hanya melakukan pengerjaan pengorekan jalan yang diperbaiki. Kalau soal anggaran kami nggak tahu, tanya ke Pemkab,” ujarnya.
Ketiadaan papan informasi proyek menjadi perhatian masyarakat karena keterbukaan informasi diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan yang menggunakan anggaran pemerintah. Papan informasi juga menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengetahui dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Tanpa adanya informasi yang jelas, masyarakat dinilai akan kesulitan memastikan kesesuaian antara pekerjaan yang dilaksanakan dengan rencana, volume, waktu pelaksanaan, serta anggaran yang telah ditetapkan.
Selain itu, transparansi sejak awal pelaksanaan pekerjaan dapat menghindari munculnya berbagai dugaan maupun prasangka di tengah masyarakat terkait proyek yang sedang dikerjakan.
Hingga berita ini diterbitkan, KransNews.com masih berupaya mengonfirmasi Dinas PUPR Kabupaten Simalungun dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait nama kegiatan, sumber anggaran, nilai kontrak, volume pekerjaan, waktu pelaksanaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan informasi secara terbuka dan memasang papan informasi kegiatan di lokasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui serta turut mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut. (RZ)






