Peduli di Bulan Kemerdekaan, Puskesmas dan Pemerintah Kecamatan Siantar Dampingi Warga Sakit Kanker

oleh -39 Dilihat

KransNews.com | Simalungun – Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat. Kepala Puskesmas Kecamatan Siantar bersama Camat Siantar dan tokoh pemuda Ahmad Fauzi memberikan pendampingan kepada Ibu Ayu, warga Huta Sidomakmur Ayu, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, yang tengah berjuang melawan penyakit kanker.

Pada Jumat (14/8/2026), tim gabungan tersebut membantu memfasilitasi Ibu Ayu agar mendapatkan layanan pengobatan melalui program BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran).

Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Ibu Ayu, sehingga proses pengobatan dapat dijalani tanpa terbebani iuran BPJS.

Kepala Puskesmas Siantar mengatakan pihaknya akan memastikan Ibu Ayu maupun masyarakat lainnya yang membutuhkan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan.

“Kami pastikan Ibu Ayu dan warga lain yang membutuhkan bisa berobat. Dengan BPJS PBI, biaya pelayanan sesuai ketentuan ditanggung pemerintah. Kami siap mendampingi prosesnya sampai tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Siantar menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

“Ini bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Kami akan terus mendata warga yang sakit berat agar bisa mendapatkan akses BPJS PBI,” katanya.

Tokoh pemuda Ahmad Fauzi juga menyampaikan dukungannya. Menurutnya, masyarakat yang sedang menghadapi penyakit berat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

“Tidak ada rakyat yang boleh berjuang sendiri melawan sakit. Kami dari pemuda siap menjadi jembatan antara warga dengan layanan kesehatan. Semoga Ibu Ayu cepat sembuh,” ungkap Ahmad Fauzi.

Pendampingan tersebut disambut haru oleh keluarga Ibu Ayu. Kepedulian bersama diharapkan terus tumbuh, tidak hanya dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Kehadiran pemerintah, tenaga kesehatan dan pemuda diharapkan menjadi penguat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, sekaligus memastikan warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha