Ayah di Simalungun Rela Cuti Kerja demi Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

oleh -36 Dilihat
Ayah di Simalungun Rela Cuti Kerja demi Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

KransNews.com | Simalungun – Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) mendapat contoh nyata di Kabupaten Simalungun pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Dua orang ayah, Adi Putra Lubis dan Dody Arfan, rela mengambil cuti kerja untuk mendampingi anak-anak mereka berangkat ke sekolah.

Adi Putra Lubis yang merupakan karyawan perusahaan BUMN memilih cuti sehari penuh agar dapat mengantar sekaligus menjemput anaknya. Sementara Dody Arfan, seorang guru, juga mengambil cuti untuk memastikan anaknya dapat menjalani hari pertama sekolah dengan nyaman.

Dody mengaku mulai mendampingi anaknya sejak usai salat Subuh. Anak tersebut bersekolah di MTsN Simpang Kapok, Pematangsiantar, dan berangkat menggunakan angkutan kota.

“Saya ikuti dari belakang pakai sepeda motor. Supaya nanti terbiasa naik angkot ke sekolah. Tapi hari ini hari pertama, saya dampingi pergi dan pulang sekolah,” ujar Dody.

Ia sengaja mengikuti angkutan kota yang ditumpangi anaknya agar sang anak merasa aman sekaligus belajar mandiri menggunakan transportasi umum.

Sementara itu, Adi Putra Lubis mengantar anaknya menggunakan mobil pribadi sekitar pukul 06.00 WIB. Menurutnya, kehadiran ayah pada momen penting seperti hari pertama sekolah memiliki makna tersendiri bagi anak.

“Saya sengaja cuti kerja satu hari ini agar bisa mengantar dan menjemput anak-anak ke sekolah,” kata Adi.

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) merupakan kampanye nasional yang mendorong para ayah untuk hadir mendampingi putra-putrinya pada hari pertama tahun ajaran baru. Gerakan ini bertujuan memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak, menumbuhkan rasa aman, serta meningkatkan semangat belajar.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Kementerian Pendidikan secara berkala menerbitkan surat edaran guna mendukung pelaksanaan GAMAS. Sejumlah pemerintah daerah juga telah menerapkan kebijakan kelonggaran jam kerja atau flexi time bagi aparatur sipil negara (ASN) agar dapat mengantar anak ke sekolah sebelum memulai aktivitas kerja.

Kisah Adi Putra Lubis dan Dody Arfan menjadi gambaran bahwa semangat GAMAS telah diwujudkan secara nyata di daerah. Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah menjadi bentuk dukungan sederhana yang memberi rasa aman dan kepercayaan diri bagi anak dalam memulai tahun ajaran baru. (Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha