KransNews.com | Simalungun – Kepanikan melanda warga Kampung Tempel, Dusun Hutabayu, Nagori Buttu Bayu Pane Raja, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, saat kobaran api tiba-tiba mengamuk pada Kamis pagi (09/04/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Dalam waktu kurang dari satu jam, si jago merah meluluhlantakkan empat unit rumah warga. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp250 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Polsek Dolok Pardamean langsung bergerak cepat begitu menerima informasi kebakaran. Personel turun ke lokasi untuk membantu penanganan sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Kamis sore (09/04/2026) pukul 17.30 WIB, menegaskan respons cepat jajaran kepolisian di lapangan.
“Begitu mendapat informasi, personel langsung menuju TKP untuk membantu masyarakat dan melakukan koordinasi penanganan. Ini bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Restuadi, S.H., menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Oloan Haloho (47). Ia mendengar suara ledakan keras dari arah dapur rumah milik M. Manalu (29).
“Setelah dicek, api sudah membesar. Saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga,” jelasnya.
Saksi lainnya, Parlen Malau (53), yang saat itu sedang berada di teras rumah, juga melihat kobaran api yang semakin membesar dan ikut meminta bantuan warga sekitar.
Warga yang berdatangan berupaya memadamkan api secara manual sembari menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Namun, api dengan cepat merambat karena sebagian besar bangunan terbuat dari bahan mudah terbakar seperti papan dan tepas.
Akibatnya, empat rumah warga terdampak, masing-masing milik Arianto Waruwu (33), Sanjaya Simalango (54), M. Manalu (29), serta Ewis Pratiwi Br. Silalahi alias Ma Samuel (45). Sebagian besar rumah hangus terbakar, bahkan ada yang rata dengan tanah.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami telah berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Simalungun untuk memastikan penyebab pasti kebakaran melalui penyelidikan forensik,” tambah AKP Restuadi.
Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan Forkopimca Dolok Pardamean dan Dinas Pemadam Kebakaran BPBD Pos Purba untuk pengendalian api.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta mematikan aliran listrik saat meninggalkan rumah. (SN)






