KransNews.com | Simalungun – Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, SIK, SH, MM memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Toba 2026 di Lapangan Apel Mako Polres Simalungun, Kamis pagi (12/3/2026).
Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H yang akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalam amanat yang dibacakan Kapolres, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 melibatkan 161.243 personel gabungan dari unsur TNI-Polri serta instansi terkait di seluruh Indonesia.
“Polri bersama stakeholder telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan, terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik,” ujar Kapolres saat membacakan amanat Kapolri.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, apel gelar pasukan tersebut merupakan wujud kesiapan seluruh unsur dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.
“Apel ini menunjukkan kesiapan Polres Simalungun bersama seluruh stakeholder dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis siang.
Apel tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian P, Dandenpom 1/I Pematangsiantar Letkol CPM Haru Prabowo, perwakilan Pemkab Simalungun, serta tokoh masyarakat.
Peserta apel terdiri dari berbagai unsur, termasuk personel TNI, Polri, Dishub, Dinkes, Satpol PP, BPBD, dan instansi lainnya.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Untuk itu, pengamanan difokuskan pada berbagai objek vital seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara.
Selain itu, kepolisian juga memprediksi sejumlah potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga perkelahian kelompok, sehingga patroli rutin akan ditingkatkan di sejumlah titik rawan.
Polres Simalungun juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik, serta melakukan pendataan rumah kosong untuk mencegah tindak kriminalitas.
“Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan situasi darurat,” kata AKP Verry Purba.
Apel gelar pasukan ditutup dengan penyematan pita tanda operasi, doa bersama, serta foto bersama sebagai simbol dimulainya Operasi Ketupat Toba 2026.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik agar tetap berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta memanfaatkan pos-pos pelayanan yang telah disediakan,” pungkas AKP Verry Purba. (SN)






