Rapat Forkopimca Dobana, Transparansi Anggaran Tribun Lapangan Serbelawan Jadi Sorotan

oleh -3 Dilihat

KransNews.com | Simalungun – Rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Dolok Batunanggar (Dobana), Kabupaten Simalungun, menjadi ajang pembahasan situasi keamanan dan persoalan transparansi anggaran pembangunan tribun Lapangan Bola Dobana.

Rapat tersebut dihadiri Kapolsek Dolok Batunanggar IPTU Rido Pakpahan, unsur Koramil 05 Serbelawan, Camat Dolok Batunanggar Siti Aminah Siregar, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Karang Taruna, anggota DPRD Simalungun Karnali Saragih, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila (PP), Ikatan Pemuda Karya (IPK), dan GRIB Jaya.

Dalam pertemuan itu, Kapolsek Dolok Batunanggar IPTU Rido Pakpahan menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan organisasi maupun kelompok masyarakat.

“Berbeda warna tapi tetap satu tujuan, yaitu jaga Dobana agar tetap kondusif, terutama Serbelawan, karena ikon dari Dobana ini adalah Serbelawan,” tegas Rido.

Sementara itu, Camat Dolok Batunanggar Siti Aminah Siregar menjelaskan bahwa Lapangan Bola Dobana merupakan aset kecamatan. Menurutnya, pihak kecamatan hanya berstatus sebagai penerima manfaat, sedangkan proses tender pengerjaan dilakukan langsung oleh PTPN IV Regional II.

Namun, pembahasan kemudian mengarah pada transparansi pembangunan tribun lapangan yang menjadi perhatian sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Dolok Batunanggar, Evana Saragih alias Untung, mempertanyakan keterbukaan informasi mengenai anggaran pembangunan tribun tersebut.

“Ormas PP mempertanyakan transparansi anggaran tribun Lapangan Dobana. Ke depannya kepada Ibu Camat, kami berharap ada keterbukaan tentang kegiatan apa pun. Jangan sudah ribut-ribut seperti ini, baru kami diundang,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menyoroti harapan agar organisasi kemasyarakatan dilibatkan dalam komunikasi dan koordinasi sejak awal, sehingga persoalan yang berpotensi menimbulkan polemik dapat dibicarakan secara terbuka.

Senada dengan itu, Ketua GRIB Jaya Dolok Batunanggar, Mustafa, berharap pemerintah kecamatan dapat membangun komunikasi yang lebih intensif dengan organisasi kemasyarakatan.

“Kami berharap kepada Camat Dobana agar ke depannya menggandeng kami, ormas, jadi kalau ada apa-apa kami bisa meng-handle,” ujarnya.

Di sisi lain, Lurah Serbelawan Lasma Damanik memberikan penjelasan mengenai proses pengajuan proposal pembangunan tribun Lapangan Dobana.

Lasma mengatakan, pada Februari 2026 pihaknya mengajukan proposal kepada Perkebunan Dolok Ilir untuk pembangunan tribun. Pengerjaan kemudian dipercepat sekitar sepuluh hari sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia karena lapangan tersebut akan digunakan untuk kegiatan perayaan HUT RI.

Ia juga menyebutkan telah membuat surat penunjukan kepada Pangulu Dolok Tenera, Sujianto, untuk berkomunikasi dengan pihak perkebunan terkait pembangunan tersebut.

“Masalah anggarannya kami sama sekali tidak mengetahui, dan pengerjaannya lebih dulu dilakukan baru kemudian administrasi belakangan. Itu dikebut karena Lapangan Dobana akan dipakai untuk kegiatan HUT RI,” jelas Lasma.

Menurutnya, dana yang diajukan melalui proposal untuk pembangunan tribun tersebut sebesar Rp110 juta. Ia juga menegaskan bahwa, berdasarkan pengetahuannya, lapangan tersebut merupakan aset kecamatan, bukan aset Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dengan pengelolaan berada di pihak kecamatan.

Meski persoalan transparansi anggaran menjadi perhatian dalam rapat, pertemuan berlangsung kondusif dengan mengedepankan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarpihak.

Rapat tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, unsur legislatif, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan demi menjaga kondusivitas wilayah Dolok Batunanggar, khususnya Serbelawan. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha