Dispenad Klarifikasi Video Prajurit TNI AD Tegur DPR dan Pejabat, Ternyata Hasil Rekayasa AI

oleh -7 Dilihat

KransNews.com | Jakarta – Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) memberikan klarifikasi terkait sejumlah video yang beredar di media sosial dan menampilkan sosok berseragam TNI AD seolah-olah menegur anggota DPR RI, membela terdakwa di ruang sidang pengadilan, hingga menegur pejabat DPRD Provinsi Kalimantan.

Dispenad menegaskan, video-video tersebut bukan rekaman kejadian nyata dan tidak memiliki kaitan dengan TNI Angkatan Darat. Konten tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Kami perlu meluruskan bahwa video-video tersebut bukan rekaman kejadian nyata dan tidak ada kaitannya dengan TNI Angkatan Darat. Video tersebut merupakan konten hasil rekayasa menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” demikian keterangan Dispenad.

Menurut Dispenad, indikasi rekayasa terlihat dari sejumlah ketidaksesuaian pada atribut dan tanda pengenal seragam TNI AD serta karakteristik visual yang menunjukkan video tersebut dibuat melalui manipulasi digital.

Selain itu, nama personel yang ditampilkan dalam video juga disebut tidak terdaftar sebagai personel TNI Angkatan Darat.

Dispenad juga menegaskan bahwa skenario dalam video, termasuk prajurit yang secara sepihak menginterupsi sidang DPR RI, persidangan pengadilan maupun rapat DPRD, tidak pernah terjadi dan tidak sesuai dengan tugas, kewenangan serta mekanisme yang berlaku di lingkungan TNI AD.

Video tersebut diketahui berasal dari akun atau kanal “ZONA-AI CHANNEL”. Dispenad memastikan TNI AD tidak memiliki keterkaitan dengan akun tersebut serta tidak pernah memberikan izin maupun bahan untuk pembuatan konten dimaksud.

Dispenad mengimbau masyarakat dan rekan-rekan media agar tidak menjadikan video tersebut sebagai rujukan informasi faktual serta tidak menyebarluaskannya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Informasi mengenai TNI AD, kata Dispenad, dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi TNI AD maupun Dispenad.

“Jadi, sekali lagi, sosok prajurit yang ditampilkan dalam video tersebut bukan kejadian nyata. Itu konten hasil AI,” tegas Dispenad.

Dispenad mengingatkan agar perkembangan teknologi AI tidak digunakan untuk membangun informasi yang menyesatkan dengan mengatasnamakan institusi TNI AD, sehingga kemudian diterima masyarakat sebagai sebuah fakta.

Sumber: Dispenad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha