Diduga tak Sesuai, Pengelolaan PMT Nagori Bandar Siantar Disoal

oleh -3 Dilihat

KransNews.com | Simalungun – Pengelolaan Pemberian Makan Tambah (PMT) untuk Lansia, Ibu Hamil dan Balita di Nagori Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, disorot publik karena dinilai tak sesuai dengan besaran anggaran yang diterima Penerima Manfaat (PM).

Dari investigasi yang dilakukan awak media, Senin (22/06/2026) siang, diketahui Nagori Bandar Siantar menggelontor dana sebesar Rp 105.984.000,- untuk pengelolaan PMT termasuk insentif Kader Posyandu di Nagori tersebut.

Dari data yang diperoleh, untuk Balita pihak nagori mengalokasikan dana sebesar Rp 33.600.000,-. Lansia sebesar Rp Rp 24.864.000,-. Ibu Hamil sebesar Rp 11.520.000,- dan insentif Kader Posyandu sebesar Rp  36.000.000,-.

Berdasarkan data yang diperoleh awak media, Nagori Bandar Siantar mengalokasikan dana sebesar Rp 33.600.000 untuk Balita dengan rincian 100 orang penerima. Apabila di kurangi PPh dan PPN sebesar 13,5%, maka dana yang dikelola untuk PMT sebesar Rp 29.064.000,-. Kemudian dibagi 100 Penerima Manfaat lalu dibagi 12 bulan. Berarti setiap anak memperoleh PMT senilai Rp 24.166,-.

Menurut salah seorang warga yang namanya tidak ingin disebutkan, kegiatan posyandu balita biasanya anak memperoleh beberapa makanan tambahan berupa buah, bubur, susu, roti atau telur.

“Kalau tahun lalu, menunya kadang tukar-tukar. Yang kuingat, kadang buahnya Pir, anggur 5 buah, jeruk atau pisang. Terus kalau susu, susu kotak yang kecil itu, terus bubur, telur rebus nanti 2 butir, kadang juga agar-agar (jelly) dalam cup kecil itu. Kalau nilainya gak sampe lah Rp 20 ribu per porsi,” kata warga yang namanya enggan disebutkan.

Ia juga menambahkan, kegiatan PMT itu biasanya dilaksanakan pada pertengahan bulan. “Nanti kalau pas pembagian ku fotokan apa aja yang dapat ya,” ucapnya mengakhiri ketika ditemui awak media di kediamannya.

Sementara itu, ketika awak media mendatangi Kantor Pangulu Bandar Siantar, Pangulu, Taib Saragih tak berada di kantornya. Menurut salah seorang pegawai, pangulu sedang berada di luar.

“Pangulu diluar kalau jam segini bang,” kata seorang pria yang mengenakan pakaian dinas pemerintahan.

Awak media mencoba konfirmasi melalui pesan WhatsApp, sayangnya pesan yang dikirimkan kepadanya tak mendapatkan tanggapan terlihat pesan yang dilayangnya masih ceklis 1 yang menandakan pesan tidak diterima oleh pangulu. (SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha