“Sulitnya” Menembus Tapteng

oleh -620 Dilihat
"Sulitnya" Menembus Tapteng

KransNews.com – ‘Mendaki Gunung, Lewati Lembah’, begitulah kira-kira kata yang tepat untuk mencapai Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga. Padahal kalau dari jalan umum via Siantar menuju Kabupaten Toba – Taput – Tapteng hanya berjarak sekitar 272 kilometer atau sekitar 5-6 jam dari Kota Pematangsiantar. Pasca bencana alam yang terjadi akhir Oktober 2025 lalu, untuk menuju Tapteng, memerlukan waktu hingga 2 hari perjalanan.

Karang Taruna Kabupaten Simalungun sebelumnya telah mengumpulkan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di dua daerah ini. Setelah sekitar seminggu mengumpulkan donasi, sekitar 6 kendaraan muatan diberangkatkan untuk menyalurkan bantuan dari masyarakat Kabupaten Simalungun.

Keberangkatan dimulai Rabu 10 Desember 2025 malam, tim yang terdiri 19 orang ini mengendarai 4 truk Colt Diesel dan 2 unit Pick Up L-300. Konvoi kendaraan ini berangkat melalui jalur Saribudolok menuju Dairi. Tim yang mulai kelelahan, pukul 04.30 WIB memutuskan beristirahat di Polres Dairi. Pukul 06.00 WIB, tepatnya Kamis, 11 Desember 2025 tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pakpak Bharat.

Minimnya pengetahuan tentang medan yang akan dilalui, menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang berangkat mengantarkan bantuan. Meski melalui jalur aspal, ternyata jalan yang dilalui tak semulus aspal yang ada.

Turunan yang curam dan menanjak serta muatan truk yang berat menjadi tantangan baru untuk menembus jalur Bukit Barisan ini. Terlebih ketika tim melalui tanjakan yang ada di perbatasan antara Kabupaten Pakpak Bharat (Provinsi Sumatera Utara, red) dengan Kabupaten Subulussalam (Provinsi Aceh, red). Tanjakan berkelok menjadi awal cobaan tim, truk sempat berbenturan karena salah satu truk mengalami kerusakan pada bagian kopling.

Tim harus bersusah-payah mengatur arus lalu lintas agar tak ada kendaraan yang menumpuk karena jalur menanjak dan berkelok sembari menunggu perbaikan kendaraan.

Sekitar 1 jam, akhirnya truk berhasil diperbaiki dan kemudian melanjutkan perjalanan. Sekitar 500 meter dari lokasi kerusakan truk, tim kembali menemui kendala lainnya. Jalan menanjak, yang lebih parah harus dilalui truk. Tim harus turun untuk mengantisipasi apabila truk tak kuat menanjak.

Beberapa orang tim harus mengikuti truk yang menanjak sembari membawa balok kayu dan batu besar yang dipergunakan sebagai ganjal ban.

Ternyata, truk berhasil menanjak mulus dan tim harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer untuk mencapai parkiran truk di puncak tanjakan.

Tim kemudian berhasil melanjutkan perjalanan. Hingga sore hari sekitar pukul 18.00 WIB, akhirnya tim berhasil masuk ke Kabupaten Tapanuli Tengah setelah melalui Kabupaten Aceh Singkil yang memakan waktu sekitar 7 jam.

Setelah tim melanjutkan perjalanan, cobaan kembali dihadapi tim. Jalan yang dilalui kembali menanjak dan menurun disertai hujan deras. Tujuan awal tim menginap di Mako Polsek Barus. Ternyata, tujuan itu tak mampu ditempuh. Minimnya lampu penerangan jalan dan banyaknya titik longsor ditambah kaca kendaraan yang berembun akibat uap air hujan menjadi cobaan yang berat bagi tim.

Setelah berembuk, tim akhirnya berhenti di halaman rumah warga Marga Silaban di jalan jurusan Manduamas menuju Kecamatan Barus. Awalnya tim hanya berniat untuk menumpang berteduh sembari memasak mie instan untuk mengisi perut. Namun, yang punya rumah menyarankan agar tim menginap di rumahnya dan menyarankan melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Akhirnya, tim memutuskan menginap di rumah pria yang baik hati ini menunggu sang fajar muncul di Ufuk Timur. Berbekal tekad yang kuat dari tim Karang Taruna Kabupaten Simalungun untuk menyampaikan amanat masyarakat Kabupaten Simalungun yang ingin meringankan beban korban bencana alam, cobaan yang dihadapi akan tetap dilalui dan dihadapi hingga bantuan yang akan disalurkan tersampaikan kepada korban bencana alam.

Penulis : Iloed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *