Upacara Hari Guru Nasional di Deli Serdang Diguyur Hujan. Bupati Tegaskan Reformasi Pendidikan

oleh -253 Dilihat
Upacara Hari Guru Nasional di Deli Serdang Diguyur Hujan. Bupati Tegaskan Reformasi Pendidikan

KransNews.com | Deli Serdang – Upacara Hari Guru Nasional 2025 di Kabupaten Deli Serdang berlangsung khidmat meski diguyur hujan. Para guru tetap berdiri teguh mengikuti rangkaian acara yang digelar di Alun-Alun Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang, Selasa (25/11/2025). Dalam sambutannya, Bupati Deli Serdang, Asri Nudin Tambunan, menegaskan komitmennya untuk mereformasi pola kerja, disiplin, dan kualitas pengajaran di daerah tersebut.

“Guru adalah pondasi yang tidak runtuh meski kebijakan berubah dan tantangan datang silih berganti,” ujarnya.

Bupati Asri menilai keteguhan para guru di tengah hujan menjadi simbol bahwa pengabdian mereka tidak pernah surut oleh cuaca, keadaan, maupun keterbatasan. Ia memahami bahwa tugas guru jauh melampaui jam kerja yang terlihat. Banyak guru tetap bekerja hingga malam hari untuk menyiapkan materi, membimbing murid, dan menyelesaikan administrasi.

Dalam pidatonya, ia meminta para guru tidak perlu meresahkan polemik jam kerja 37,5 jam yang sempat ramai diperbincangkan. Menurutnya, inti dari pekerjaan guru bukan terletak pada angka jam kerja, melainkan bagaimana tugas dan tanggung jawab mereka dihargai secara adil. Bupati juga berharap arahan Menteri Pendidikan dalam pidato nasional betul-betul diwujudkan menjadi kebijakan nyata yang meringankan beban para guru dan memberikan kepastian kesejahteraan.

Bupati Asri menegaskan bahwa pembenahan kualitas pendidikan harus dimulai dari ruang kelas dan integritas tenaga pendidik.

“Saya minta seluruh guru berkomitmen mengubah pola pengajaran sekaligus menekankan bahwa kewajiban kerja mengikuti aturan nasional yang tidak bisa ditawar. Keberhasilan siswa terletak di pundak seorang guru,” tegasnya.

Ia bahkan menyoroti fenomena siswa kelas 5 SD yang masih belum lancar membaca.

“Jika ada siswa kelas 5 yang belum lancar membaca, berarti gagal menjadi pendidik,” ujarnya dengan nada tegas.

Bupati juga mengkritik beberapa praktik buruk di lapangan, seperti guru yang masuk kelas hanya memberi tugas lalu pergi berbelanja, atau guru olahraga yang memberi tugas kemudian meninggalkan siswa. Ia menginstruksikan kepada kepala sekolah, pengawas, dan Dinas Pendidikan untuk memperketat pengawasan proses belajar mengajar.

Selain itu, Bupati Asri meminta Dinas Pendidikan dan BKPSDM memastikan tidak ada lagi guru yang gagal mengikuti sertifikasi karena kekurangan jam mengajar, serta menjamin proses kenaikan pangkat bebas dari pungutan liar. Ia menekankan pentingnya sistem talenta bagi guru agar mereka mendapatkan hak sesuai kinerja dan jasa mereka.

“Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih atas setiap langkah pengabdian yang tak terlihat namun sangat berarti,” tutup Bupati Asri Nudin Tambunan. (MIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *