Pengurus BUMNag Bumi Jaya Lestari Keluhkan Dana Dikelola Pangulu, Laporan Keuangan Tak Sinkron

oleh -887 Dilihat
Pengurus BUMNag Bumi Jaya Lestari Keluhkan Dana Dikelola Pangulu, Laporan Keuangan Tak Sinkron

KransNews.com | Simalungun — Pengurus Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) Bumi Jaya Lestari di Nagori Landbouw, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, mengeluhkan adanya ketidaksinkronan dalam laporan keuangan lembaga mereka. Pasalnya, dana BUMNag yang semestinya dikelola secara mandiri justru disebut dikuasai oleh pangulu (kepala desa).

Manajer BUMNag, Damal Setiawan, saat ditemui di Nagori Landbouw, Senin (20/10/2025), mengatakan bahwa Pemerintah Nagori Landbouw mengalokasikan dana sebesar Rp219 juta untuk pengelolaan BUMNag yang bergerak di bidang peternakan lembu. Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap, dengan tahap pertama senilai Rp131 juta.

“Tahap pertama sudah cair tanggal 14 dan 15 Juli kemarin. Uang itu ditarik bendahara, tapi setelah cair kami diminta menyerahkan semuanya ke pangulu. Lalu pangulu yang mengatur penggunaannya, kami hanya diberi uang seperlunya untuk belanja keperluan BUMNag,” ujar Damal.

Damal menuturkan, saat bendahara menyusun pembukuan keuangan, ditemukan adanya selisih sebesar Rp28.645.000. Ketidaksesuaian itu diketahui setelah dilakukan pencatatan akuntansi secara rinci.

“Kami sempat menanyakan langsung ke pangulu tentang selisih itu, dan dia mengakui memang ada sisa uang segitu. Tapi waktu diminta dikembalikan, dia tidak mau menyerahkannya. Padahal waktu rapat itu ada juga pendamping BUMNag, Pak Sunardi,” tambah Damal.

Ditambahkannya, hingga kini pihaknya belum menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pencairan tahap kedua karena persoalan dana tahap pertama belum terselesaikan.

“Masalah ini belum selesai, jadi kami belum berani ajukan RAB tahap kedua. Bahkan RAB tahap pertama dan SK pengurus BUMNag masih dipegang pangulu,” ungkapnya yang baru tiga bulan menjabat sebagai pengurus BUMNag.

Sayangnya, kantor pangulu tampak kosong saat awak media mendatangi kantor pemerintahan nagori itu. Di pintu hanya terdapat tulisan “Rapat Kerja di Kantor Camat.”

Pangulu Landbouw, Haidir Jailani, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, tidak banyak memberikan keterangan.

“Nanti saya hubungi balik bang, sekarang masih ada kerjaan aku,” ujarnya singkat. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *