KransNews.com | Simalungun – Warga Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, digemparkan dengan penemuan mayat seorang pelajar berusia 14 tahun di dalam kamarnya, Rabu (6/8/2025).
Peristiwa bermula ketika ibu korban yang sedang berada di Berastagi sejak Senin (4/8) merasa khawatir karena putranya tidak mengangkat telepon sejak Selasa. Sekitar pukul 07.00 WIB, sang ibu menghubungi seorang tetangga, saksi S (52), untuk mengecek keadaan anaknya di rumah Jalan Veteran No. 42, Lingkungan IV.
Saksi S mendatangi rumah korban dan memanggilnya berulang kali, namun tidak ada jawaban. Lampu teras rumah masih menyala, tetapi pintu terkunci rapat. Setelah mendapat izin dari ibu korban, saksi memanggil kakaknya, P, dan saksi R untuk membantu membuka pintu.
Begitu pintu berhasil dibuka, tercium bau menyengat dari arah kamar korban. Saksi S menggunakan kursi untuk mengintip ke dalam kamar dan melihat tubuh korban tergeletak di tempat tidur dengan kepala tertutup plastik putih.
Mereka segera memanggil Kepling IV, Hotman Purba, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Perdagangan.
Sekitar pukul 11.15 WIB, Kapolsek Perdagangan AKP Ibrahim Sopi menerima laporan dan memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Gerry D. Simanjuntak beserta tim piket untuk mengecek lokasi. Tim Inafis Polres Simalungun yang dipimpin AIPDA Sujid Syahputra juga diterjunkan untuk melakukan olah TKP.
Pemeriksaan di lokasi menunjukkan korban ditemukan dalam posisi telentang, kedua kaki menggantung ke lantai, mengenakan kaos lengan panjang putih-biru bertuliskan “Berastagi”. Pintu kamar terkunci dari dalam, dan tidak ditemukan tanda-tanda ikatan pada tubuh korban seperti isu yang sempat beredar.
Malam harinya, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang turun langsung memimpin pengecekan TKP bersama tim gabungan dari Sat Reskrim, Pusinafis Polda Sumut, Polsek Perdagangan, dan pihak kelurahan.
Menurut Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Djasamen Saragih. “Memang ada dugaan korban bunuh diri, tetapi seluruh kemungkinan masih didalami,” jelasnya.
Saat ini polisi memeriksa saksi-saksi, keluarga, serta perangkat elektronik korban untuk mengungkap motif di balik peristiwa ini. (Ril)






