KransNews.com | Medan – PSMS Medan resmi menunjuk Kas Hartadi sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2025/2026. Penunjukan ini menandai era baru di tubuh “Ayam Kinantan” setelah musim lalu gagal promosi ke Liga 1 di bawah arahan Nil Maizar.

Sosok Kas Hartadi bukanlah nama asing di dunia sepak bola nasional. Pria berusia 54 tahun ini dikenal sebagai pelatih sarat pengalaman dan punya rekam jejak mentereng, baik sebagai pemain maupun pelatih. Hartadi dijuluki “Si Kijang” semasa aktif bermain karena kecepatan larinya yang luar biasa. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia dan menjadi bagian dari skuad Garuda yang mempersembahkan medali emas di ajang SEA Games 1991.
Kas Hartadi tiba di Medan pada Minggu, 27 Juli 2025. Ia langsung bergabung dengan rombongan manajemen PSMS dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam kunjungan ke Stadion Utama Sumatera Utara. Stadion ini direncanakan menjadi kandang resmi PSMS musim ini. Momen kehadirannya sekaligus menjadi sinyal kuat atas pengukuhan dirinya sebagai pelatih kepala.
Karier kepelatihan Hartadi dimulai sebagai asisten pelatih di Sriwijaya FC pada 2009. Ia kemudian dipercaya menjadi pelatih kepala dan sukses membawa Sriwijaya FC menjuarai Indonesia Super League (ISL) pada musim 2012. Namanya semakin diperhitungkan setelah berhasil mengantarkan Kalteng Putra promosi ke Liga 1 tahun 2018, disusul Dewa United pada 2021.
Musim lalu, ia menukangi PSKC Cimahi dan nyaris mencetak sejarah dengan membawa klub tersebut promosi. PSKC berhasil menembus babak play-off promosi dan finis sebagai runner-up, meski akhirnya gagal melaju ke semifinal Liga 2.
Isu lisensi yang sempat menghambat kariernya di Liga 1 kini tak lagi jadi penghalang. Kas Hartadi sudah mengantongi lisensi kepelatihan AFC Pro, setelah mengikuti kursus kepelatihan resmi PSSI pada akhir 2022.
Dengan pengalaman matang di kompetisi Liga 2 dan dukungan penuh manajemen serta suporter, Kas Hartadi diharapkan mampu mengangkat kembali kejayaan PSMS Medan dan membawa klub kebanggaan masyarakat Sumut ini kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. (*)







