KransNews.com | Simalungun – Sejumlah warga Nagori Silakkidir, Nagori Raja Maligas 1 dan Raja Maligas 2 berharap Dinas PSDA Kabupaten Simalungun memberikan solusi untuk saluran irigasi yang jebol beberapa waktu lalu.
Sebelumnya warga telah bergotong royong untuk membuat tanggul sementara agar air dapat kembali mengaliri sawah mereka, hanya saja pada Minggu (09/03/2025) tanggul tersebut jebol akibat aliran air yang begitu besar.
Akibat jebolnya aliran irigasi ini, warga di 3 nagori ini dipastikan tak dapat bercocok tanam padi karena saluran irigasi ini merupakan sumber air utama untuk mengairi sawah warga. Jebolnya saluran irigasi Bah Tongguran 3 ini sudah terjadi sejak sekitar 6 bulan yang lalu dan hingga kini belum ada kepastian dari dinas terkait.
Salah seorang warga menyebutkan, ada ribuan hektar sawah yang bergantung pada saluran irigasi ini. “Untuk daerah kami sepertinya tak masuk Program Presiden RI, karena kami gak bisa mendukung program ketahanan pangan, dari dulu kami selalu menanam padi, tapi kali ini kami akan berganti tanaman,” ucap warga sekitar, Senin (10/03/2025).
Syarifuddin Lubis, Kepala UPTD PUPR & PSDA Provinsi Sumatera Utara yang dikonfirmasi melalui selularnya mengaku saluran irigasi tersebut dibawah kewenangan PSDA Kabupaten Simalungun. “Kita sudah cek ke lapangan, itu milik Kabupaten Simalungun, coba konfirmasi mereka saja,” ucapnya singkat. (red)






