Rospita Boru Purba Dorong UMKM Tanjung Hataran Naik Kelas, Gula Aren Tembus Jambi hingga Tangerang

oleh -10 Dilihat

KransNews.com | Simalungun — Potensi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, mendapat perhatian dari Rospita Boru Purba, istri Wakil Bupati Simalungun.

Rospita mengunjungi sejumlah pelaku UMKM di Huta III, Nagori Tanjung Hataran, Senin (28/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memiliki ciri khas, serta meningkatkan nilai jual hingga dapat masuk ke pasar yang lebih luas.

Saat berdialog dengan para pelaku UMKM di rumah Ismawati, Rospita mendorong agar produk yang dihasilkan tidak hanya dipertahankan dari sisi kuantitas, tetapi juga terus ditingkatkan mutunya sehingga memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan menjadi produk premium.

Ia juga mengajak para pelaku UMKM untuk bergabung dalam komunitas UMKM. Menurutnya, keberadaan komunitas dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk saling berbagi informasi, memperluas jaringan, serta mengembangkan pemasaran produk.

Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah produksi gula aren. Rospita berharap produk gula aren asal Simalungun dapat terus ditingkatkan kualitasnya sehingga memiliki daya saing dan menarik minat investor untuk menyerap hasil produksi dari masyarakat.

Kunjungan tersebut disambut baik para pelaku UMKM. Beragam produk diperlihatkan kepada Rospita, mulai dari keripik, dodol, tas berbahan plastik hingga gula aren.

Didampingi Ketua Perempuan Marsada Erni Efrida Boru Simanjuntak dan Nanang Saragih selaku Kaur Nagori Tanjung Hataran, Rospita kemudian meninjau langsung dapur produksi gula aren milik Muriani di Huta III Nagori Tanjung Hataran.

Di hadapan Rospita, Muriani menjelaskan bahwa produksi gula aren miliknya mencapai hampir 20 kilogram setiap hari. Produk tersebut tidak hanya dipasarkan di sekitar Simalungun, tetapi juga telah dikirim hingga Tangerang dan Jambi.

“Gula aren ini dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram,” ujar Muriani.

Potensi pemasaran tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM dari Nagori Tanjung Hataran telah memiliki pasar di luar daerah. Dengan peningkatan mutu, kemasan, legalitas, dan strategi pemasaran, produk tersebut berpeluang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha