Simalungun Jadi Tuan Rumah Launching Pemutakhiran Data Keluarga SIGA 2026 Sumut

oleh -7 Dilihat

KransNews.com.| Simalungun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menjadi tuan rumah launching Pemutakhiran Data Keluarga melalui Aplikasi SIGA (Sistem Informasi Keluarga) Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak secara nasional mulai 20 Agustus hingga 20 September 2026. Untuk Provinsi Sumatera Utara, launching dipusatkan di Kantor Pangulu Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Kamis (20/8/2026).

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana, kemudian dilanjutkan dengan doa.

Turut hadir Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, perwakilan Danramil Tanah Jawa Sertu Misno, Pangulu Nagori Marubun Jaya M. Raya Purba, Korwil Balai Penyuluhan KB, para Penyuluh KB dari empat kecamatan, serta kader pemutakhiran data.

Camat Tanah Jawa, Andi Supandri, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh pihak kecamatan terhadap pelaksanaan pemutakhiran data keluarga.

“Mudah-mudahan para kader dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dan kami pihak kecamatan memberikan dukungan penuh untuk mensukseskan pendataan keluarga yang akan dilaksanakan,” ujar Andi.

Sementara itu, Bupati Simalungun diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Albert R. Saragih, membacakan sambutan tertulis Bupati. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader KB yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pemutakhiran data.

“Marilah kita jadikan momentum ini untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat. Kita harus belajar berinovasi untuk mengatasi berbagai permasalahan,” ujarnya.

Albert mengatakan, pemutakhiran data keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam penanganan stunting.

Ia berharap melalui pendataan tersebut berbagai persoalan yang dihadapi keluarga dapat teridentifikasi sehingga pemerintah dapat menentukan langkah dan solusi yang tepat.

Albert juga berpesan agar pendataan dilakukan secara jujur, akurat dan benar-benar turun langsung ke lapangan.

“Data yang dikumpulkan bukan sekadar angka, tetapi menjadi dasar untuk tindak lanjut program ke depan,” katanya.

Data Harus Akurat

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, mengatakan launching tersebut menjadi momentum istimewa karena bukan hanya untuk Kabupaten Simalungun, tetapi untuk seluruh Provinsi Sumatera Utara.

“Launching pemutakhiran data ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dan untuk Provinsi Sumatera Utara, launching-nya dilaksanakan di Kabupaten Simalungun,” ungkap Mahyuzar.

Ia menjelaskan, pendataan menggunakan metode CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing), sehingga kader dapat melakukan pendataan secara digital.

Para kader berperan sebagai enumerator dengan tugas memperbarui data keluarga hingga tahun 2026. Pemutakhiran tersebut difokuskan pada validitas dan akurasi data guna mendukung program pembangunan keluarga serta penanganan stunting.

Khusus di Kabupaten Simalungun, kegiatan mencakup empat kecamatan, yakni Tanah Jawa, Dolok Batu Nanggar, Girsang Sipangan Bolon dan Bandar.

Total terdapat 20 nagori dengan 200 kepala keluarga yang menjadi sampel pendataan.

Mahyuzar berharap kegiatan tersebut ke depan dapat diperluas hingga mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Data yang dikumpulkan meliputi tiga blok utama, yakni data kependudukan, data keluarga berencana dan indikator pembangunan keluarga.

Data kependudukan BKKBN sejak 2021 telah tersinkronisasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melalui penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sementara indikator pembangunan keluarga antara lain mencakup kondisi rumah yang datanya terintegrasi dengan Kementerian PUPR.

Pemutakhiran diperlukan karena data keluarga terus mengalami perubahan akibat dinamika kependudukan, seperti kelahiran, kematian, perpindahan penduduk dan pembentukan keluarga baru.

Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan sasaran program, termasuk penentuan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B serta identifikasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang dapat dimanfaatkan Dinas Kesehatan.

Pendataan berlangsung hingga 20 September 2026. Setelah itu, data akan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum diumumkan secara nasional.

Data tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan Dinas Kominfo melalui satu sistem dashboard terpadu, sehingga dapat menjadi referensi data yang akurat dan terintegrasi bagi Kabupaten Simalungun.

Kegiatan launching ditutup dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan pendataan langsung oleh para kader ke rumah-rumah masyarakat. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha