Blackout PLN Lumpuhkan Sumatera, Pemuda Muhammadiyah Simalungun Soroti Ketahanan Energi Nasional

oleh -12 Dilihat

KransNews.com | Simalungun — Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera menuai perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Gangguan kelistrikan yang terjadi pada Jumat malam (22/5/2026) tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari layanan komunikasi, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan publik di berbagai daerah.

Peristiwa blackout dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara, Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Barat, hingga sebagian Sumatera Selatan. PLN menyebut gangguan pada sistem transmisi akibat cuaca buruk menjadi salah satu pemicu terganggunya pasokan listrik di wilayah Sumatera.

Menanggapi hal tersebut, Muh Rizky Anshori Manurung selaku Sekretaris Bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Simalungun menyampaikan kritik konstruktif terhadap kondisi sistem kelistrikan nasional yang dinilai masih rentan terhadap gangguan besar.

Menurutnya, blackout bukan sekadar persoalan teknis biasa, melainkan alarm serius bagi ketahanan energi nasional. Sebab di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap teknologi dan listrik, gangguan dalam beberapa jam saja mampu melumpuhkan banyak aktivitas publik.

“Ketika listrik padam secara massal, yang lumpuh bukan hanya jaringan, tetapi juga denyut ekonomi masyarakat, pelayanan publik, komunikasi, bahkan rasa aman masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa listrik hari ini adalah kebutuhan primer bangsa,” ujar Muh Rizky Anshori Manurung.

Ia menilai, masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan setelah kejadian, tetapi juga kepastian bahwa sistem kelistrikan nasional memiliki mitigasi yang kuat terhadap berbagai potensi gangguan.

“PLN dan negara harus menjadikan blackout ini sebagai momentum evaluasi total. Jangan sampai setiap gangguan besar hanya diselesaikan dengan permintaan maaf tanpa pembenahan sistem yang benar-benar menyentuh akar persoalan,” katanya, Sabtu (23/05/2026).

Rizky juga menyoroti dampak blackout terhadap masyarakat kecil dan pelaku usaha harian. Menurutnya, pemadaman massal secara langsung memukul aktivitas ekonomi rakyat, khususnya UMKM yang sangat bergantung pada stabilitas listrik dan jaringan digital.

Berdasarkan sejumlah laporan, blackout di Sumatera menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu selama beberapa jam dan berdampak pada layanan publik serta operasional usaha masyarakat.

Selain itu, ia meminta agar modernisasi sistem transmisi dan distribusi listrik menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, cita-cita menuju transformasi digital dan Indonesia Emas tidak akan berjalan optimal jika fondasi energi nasional masih mudah terganggu.

“Kita sedang berbicara tentang digitalisasi, investasi, dan kemajuan industri. Namun semua itu akan rapuh jika sistem energi kita belum benar-benar kokoh. Ketahanan listrik harus menjadi prioritas nasional, bukan sekadar proyek administratif,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait penyebab utama blackout serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Sebagaimana diketahui, PLN menyampaikan bahwa gangguan transmisi di wilayah Sumatera memicu efek domino terhadap sistem kelistrikan di sejumlah daerah. Pemulihan dilakukan secara bertahap sejak gangguan terjadi pada Jumat malam.

Diakhir pernyataannya, Rizky berharap blackout ini menjadi momentum pembenahan besar terhadap tata kelola energi nasional agar pelayanan publik semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kritik ini bukan untuk menyalahkan, tetapi sebagai bentuk kepedulian agar pelayanan publik semakin kuat. Sebab ketika cahaya padam, kepercayaan publik ikut dipertaruhkan,” akhirnya. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha