Pekerja Boiler PT Sheel Oil Indonesia Kecelakaan Kerja, Tangan Putus dan Meninggal Dunia

oleh -4 Dilihat

Kransnews.com | Simalungun – Kecelakaan kerja tragis terjadi di kawasan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun. Seorang pekerja boiler PT Sheel Oil Indonesia mengalami luka sangat serius hingga akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

Korban diketahui bernama Ahyar Adeani, seorang pekerja yang bertugas di bagian boiler. Ia mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan tangan kanannya putus di area kerja PT Sheel Oil Indonesia, yang berada di kawasan KEK Sei Mangkei, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka berat dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Ahyar Adeani merupakan pekerja dari perusahaan vendor PT Adya Cemerlang Herviy (ACH) yang bekerja di lingkungan perusahaan PT Sheel Oil Indonesia.

Salah seorang perwakilan vendor PT Adya Cemerlang Herviy (ACH), Vira, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler pada Sabtu (14/3/2026) mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang terkait kronologi kejadian tersebut.

“Untuk kecelakaan kerja ini, saat ini saya dan tim sedang berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memantau kondisi pasien agar bisa stabil dengan mengupayakan perawatan intensif. Untuk kronologis kejadian kami belum bisa mengonfirmasi apa pun karena pihak kepolisian masih melakukan proses investigasi,” ujarnya.

Namun beberapa saat kemudian, Vira kembali menyampaikan kabar duka bahwa korban tidak dapat diselamatkan.

“Karyawan kami telah berpulang, bapak,” ucapnya singkat.

Hingga berita ini ditayangkan, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di daerah Indrapura, Kabupaten Batu Bara untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *