Maraknya Aksi Dugaan Pencurian Getah PT Bridgestone, Pangulu Dolok Maraja: Bukan Kewenangan Kami

oleh -137 Dilihat
Maraknya Aksi Dugaan Pencurian Getah PT Bridgestone, Pangulu Dolok Maraja: Bukan Kewenangan Kami

KransNews.com | Simalungun – Maraknya aksi dugaan pencurian getah atau magot di areal perkebunan milik PT Bridgestone serta sejumlah gudang penampungan getah di sekitar Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, menuai perhatian masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pangulu Dolok Maraja, Andy Winardi, menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima apapun dari para pemilik gudang maupun pekerja terkait aktivitas tersebut. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi wartawan Kransnews.com, Rabu (4/3/2026).

Andy menjelaskan, berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia, Kepala Desa atau Pangulu tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan surat atau mengambil tindakan hukum secara mandiri terkait dugaan pencurian getah perusahaan.

“Pencurian merupakan tindak pidana dan kewenangan penyidikan sepenuhnya berada di tangan kepolisian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus dugaan pencurian getah perusahaan yang dapat dijerat Pasal 362 KUHP maupun ketentuan dalam Undang-Undang Perkebunan merupakan ranah pidana. Pangulu tidak berwenang membuat laporan resmi yang setara dengan Laporan Polisi (LP).

“Wewenang Pangulu terbatas pada penyelenggaraan pemerintahan desa, memfasilitasi kerukunan warga, serta menjadi mediator dalam penyelesaian persoalan di tingkat nagori. Jika ada pihak yang dirugikan, silakan melapor langsung ke aparat penegak hukum. Sampai saat ini juga belum ada laporan resmi dari perusahaan maupun pihak yang merasa dirugikan kepada aparat desa,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi di lapangan, dugaan aksi pencurian getah tidak hanya terjadi di Kecamatan Tapian Dolok, tetapi juga disebut-sebut terjadi di wilayah Kecamatan Dolok Batunanggar dan Dolok Merawan.

“Kalau ditanya, sering disebut itu getah kampung,” ujar seorang sumber berinisial SAT (56) yang meminta namanya tidak disebutkan secara lengkap.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun aparat penegak hukum terkait dugaan maraknya pencurian getah tersebut. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *