KransNews.com | Deli Serdang – Aksi kelompok anak-anak yang diduga tergabung dalam geng motor kembali meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa dan Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Keberadaan kelompok tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum karena kerap terlibat keributan, tawuran, hingga melempari rumah warga.
Sejumlah warga mengeluhkan aktivitas geng motor yang kerap muncul pada malam hingga dini hari. Selain membuat bising, kelompok tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan masyarakat karena diduga membawa senjata tajam.
Beberapa titik yang disebut kerap menjadi lokasi berkumpul dan lintasan geng motor antara lain Jembatan Evergreen Desa Dalu Sepuluh A, kawasan depan Perumahan Citra Land Tanjung Morawa, Desa Dalu Sepuluh B, serta sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Wonosari.
Selain itu, kelompok geng motor juga sering terlihat melakukan konvoi di Desa Bandar Labuhan, Desa Limau Manis Pasar 14 Medan Senembah, serta Jalan Arteri Bandara di sekitar kawasan Sport Center Kecamatan Batang Kuis.
“Kalau di Dalu Sepuluh A, mereka biasanya melintas lewat tengah malam, sekitar pukul 02.00 WIB atau menjelang subuh. Mereka sering berkumpul di Jembatan Evergreen di aliran Sungai Belumai. Warga melihat mereka membawa senjata tajam dan ini sangat meresahkan,” ujar Fadel, warga Desa Dalu Sepuluh A, Senin (12/1/2026).
Sebelumnya, warga bersama Babinsa Koramil Tanjung Morawa sempat mengamankan tujuh orang remaja yang diduga anggota geng motor di Jalan Pendidikan, Desa Dalu Sepuluh. Dari lokasi tersebut, turut diamankan sejumlah senjata tajam serta anak panah.
Ketujuh remaja tersebut selanjutnya diserahkan ke Polsek Tanjung Morawa untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Namun demikian, sebagian warga menilai penanganan tersebut belum memberikan efek jera. Pasalnya, para remaja itu disebut hanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, kemudian dikembalikan kepada orang tua masing-masing.
“Tidak ada pembinaan yang tegas, sehingga aksi geng motor ini terus berulang dan membuat masyarakat tidak merasa aman,” ujar Syahrudin, warga Desa Dalu Sepuluh A lainnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni Heryanto Damanik, menyatakan pihaknya akan meningkatkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan.
“Kami akan terus meningkatkan patroli di wilayah rawan. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat atau mengetahui adanya aktivitas geng motor, sehingga bisa segera kami tindaklanjuti,” kata Jonni.
Pihak kepolisian berharap adanya kerja sama aktif dari masyarakat untuk membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa dan Batang Kuis.
(Sumber: Posmetro Medan)






