KransNews.com | Simalungun — PTPN IV Regional I Kebun Bangun menyerahkan dana suguh hati kepada tiga warga yang secara sukarela mengembalikan lahan yang dikuasai yang telah dikelola lebih dari 10 tahun. Penyerahan berlangsung di ruang OR Kantor Kebun Bangun, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Kamis (4/12/2025).
Acara dihadiri Distrik Manajer Hasanul Arifin Nasution, SP, Manajer Kebun Bangun Basuki, SP, Asisten Kepala Sahrizal Sitepu, dan Staf Umum Aminah Marinah Hasibuan, SH, serta perwakilan masyarakat.
Manajer Kebun Bangun, Basuki, dalam sambutannya mengapresiasi warga yang berinisiatif mengembalikan lahan kepada perusahaan tanpa konflik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyerahkan kembali lahan ini. Kerja sama seperti ini sangat berarti bagi perusahaan dalam upaya penataan aset secara damai dan kekeluargaan,” ujar Basuki.
Distrik Manajer Hasanul Arifin Nasution juga menegaskan bahwa PTPN IV Regional I terus mengedepankan pendekatan humanis dalam penyelesaian aset.
“Penertiban aset bukan hanya soal administrasi, tetapi menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Kami berterima kasih atas itikad baik warga yang ikut mendukung penataan ini,” ucapnya.
Tiga warga yang menerima suguh hati tersebut yakni Edi Suwarno, Ribut, dan Darwin Girsang. Total lahan yang diserahkan kembali mencapai 3.07 hektare yang berada di Afdeling IV Kebun Bangun.
Perusahaan memberikan suguh hati dengan nilai total diperkirakan mencapai Rp 132 juta sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama warga.
Perwakilan masyarakat, Ribut, menyampaikan bahwa pengembalian lahan dilakukan dengan penuh kesadaran.
“Kami menyerahkan lahan ini karena kami memahami bahwa itu adalah aset perusahaan. Kami berterima kasih atas perhatian dan penghargaan yang diberikan PTPN IV kepada kami,” ujarnya.
Dengan pengembalian lahan ini, PTPN IV Regional I kembali dapat menguasai dan mengelola aset perusahaan sesuai peruntukannya. Proses serah terima berlangsung tertib dan kondusif.
Acara ditutup dengan penyerahan berkas dan uang suguh hati, lalu dilanjutkan foto bersama sebagai simbol kerja sama yang baik antara pihak perusahaan dan masyarakat. (Ril)






