KransNews.com | Simalungun – Satu unit rumah sekaligus bengkel milik Fatimah Aritonang di Jalan Asahan KM 8, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, ludes terbakar pada Kamis (04/12/2025) sore. Kebakaran diduga dipicu rembesan Pertalite yang tersambar api dari tungku tambal ban.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Polsek Bangun menerima informasi dari warga dan segera bergerak menuju lokasi dipimpin Kapolsek Bangun AKP Radiaman Simarmata bersama personel. Saat tiba di TKP, api diketahui masih berkobar dan dengan cepat membesar membakar seluruh bangunan bengkel beserta isinya.
Petugas langsung menghubungi unit pemadam kebakaran. Sekitar pukul 15.20 WIB, empat unit mobil damkar masing-masing dari Pemkot Pematang Siantar dan Pemkab Simalungun tiba di lokasi. Api baru berhasil dipadamkan total pada pukul 15.50 WIB dengan bantuan warga sekitar.
Akibat kejadian itu, seorang korban bernama Rahmat Saputra Siregar (48) mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki serta mengalami trauma. Saat kejadian, Rahmat sedang menambal ban milik pelanggan.
Menurut keterangan saksi Weslitius Gurning, sebelum kebakaran terjadi, Wahyu Sadewa, anak pemilik rumah, sedang memperbaiki sepeda motor RX King. Bahan bakar Pertalite dari tangki motor dipindahkan ke ember menggunakan selang.
Saat Wahyu masuk ke rumah untuk melayani seorang pembeli mancis, Pertalite dalam ember tumpah ke tanah. Pada saat bersamaan, Rahmat sedang menggunakan tungku untuk menambal ban. Api tungku diduga menyambar rembesan Pertalite hingga menimbulkan kobaran besar. Rahmat yang terkejut sempat mencampakkan tungku pemanas sehingga api semakin cepat membesar.
Kebakaran turut menghanguskan tiga sepeda motor masing-masing Honda CBR tanpa plat, Honda Beat, Suzuki Shogun tanpa plat, serta satu unit kompresor dan genset. Total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.
Barang bukti yang diamankan berupa satu unit tungku tambal ban yang sudah hangus terbakar. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sumber pasti api serta kemungkinan unsur kelalaian.
Peristiwa ini ditangani langsung oleh Kapolsek Bangun AKP Radiaman Simarmata, bersama personel Aiptu Ipran Saragih, Aiptu Agusanta Ginting, Aipda Franky Manurung, dan Aipda Indo Siahaan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menangani bahan bakar dan peralatan yang memicu api, terutama di area bengkel yang rawan terjadi percikan api. (LD)







